Ketersediaan pupuk dan bibit unggul menjadi tiada guna, ketika tidak ada pasokan air yang mencukupi ke lahan pertanian.
Bandarlampung (Progres.co.id): KONDISI miris serupa ini kiranya menjadi dilema, bukan hanya bagi petani. Melainkan juga turut menyedot keprihatinan pihak-pihak lain yang bersinggungan dengan sektor pertanian.
Kepala Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Lampung, Dr. Abdul Roni Angkat, STP., M.Si, sempat menyinggung banyaknya keluhan petani seputar kelangkaan air yang disampaikan padanya.
“Setiap kali ke desa, saya selalu menerima keluhan seperti begitu. Apalagi di musim kemarau kayak sekarang,” katanya kepada Progres.co.id di lahan uji coba Bapeltan, Lampung Selatan, Jumat (25/10/2024).
Keluhan para petani, sambungnya, bukan melulu lantaran kemarau yang berkepanjangan. Tapi lebih kepada kekecewaan terhadap sumber-sumber air, seperti bendungan, di sekitar lahan persawahan yang tidak bisa dinikmati alirannya.
“Sepertinya ada pemahaman yang berbeda,” kata Roni, sapaan akrabnya. Antara petani dan instansi pengelola sumber daya air (Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji-Sekampung) dalam memandang keberadaan air.
“Sudut pandang petani terhadap air adalah sebagai sumber kehidupan bagi tanamannya. Sedangkan BBWS berorientasi konservasi terhadap air,” imbuhnya.
Dalam mencermati situasi di lapangan tersebut, Roni berpendapat, mesti segera dicarikan titik equilibrium atau keseimbangan di antara kepentingan kedua belah pihak. Sehingga persoalannya tidak berlarut-larut.
“Apalagi, Presiden Prabowo menegaskan Indonesia harus mewujudkan swasembada pangan dalam masa kepemimpinannya. Sudah semestinya kalau semua pihak bisa saling bahu membahu mendukung program nasional tersebut,” kata Roni.
Hasil pengamatan Progres.co.id di tingkatan petani di Kabupaten Pesawaran dan Lampung Selatan, beberapa waktu lalu, banyak petani tidak bisa memperoleh bibit padi gratis yang disediakan Kementerian Pertanian, lantaran tidak bisa mulai menanami sawahnya pada bulan Oktober ini. Kendalanya nyaris serupa, ketiadaan ketersediaan pasokan air ke lahan sawah.(*)







