Ikan mas, yang di Indonesia dikenal sebagai salah satu hidangan lezat, ternyata dianggap sebagai hama di Australia.
(Progres.co.id): ANGGAPAN itu bukan tanpa alasan. Ikan mas yang memiliki kemampuan beradaptasi luar biasa, rupanya menjadi ancaman bagi keanekaragaman hayati di Australia.
Ikan dengan nama ilmiah Cyprinus Carpio ini dikenal sebagai pemakan lumpur. Mereka menelan lumpur untuk menangkap invertebrata, lalu memuntahkan lumpurnya kembali. Aktivitas ini menyebabkan air menjadi keruh, sehingga menghalangi cahaya matahari untuk menembus air. Kondisi ini menghambat proses fotosintesis dan merusak tumbuhan yang hidup di perairan.
Dikutip dari ABC Australia pada Senin (28/10/2024), diperkirakan ada sekitar 360 juta ikan mas di saluran-saluran air, dengan 96 persen populasi ditemukan di sepanjang pantai bagian timur Australia.
Kepala ilmuwan dari Institut Arthur Rylah bidang Penelitian Lingkungan, Jarod Lyon, menyatakan ikan air tawar ini mengancam keseimbangan ekosistem air di Australia.
“Ikan mas mengancam keanekaragaman hayati di Australia,” ujar Lyon.
Situasi ini diperparah oleh minimnya predator alami yang mampu mengendalikan populasi ikan mas. Akibatnya, ikan mas berkembang biak tanpa kontrol, mendominasi perairan, dan bahkan memangsa telur serta anak ikan-ikan lokal.
Penurunan kualitas air dan hilangnya keanekaragaman hayati turut mengurangi daya tarik wisatawan di sektor pariwisata perairan. Dominasi ikan mas ini juga merugikan nelayan, karena mengurangi jumlah tangkapan ikan komersial.
Pemerintah Australia telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah ini, termasuk mengadakan penangkapan massal, pengendalian biologis, dan pemanfaatan predator alami. Namun, sifat adaptif ikan mas membuat upaya tersebut belum menunjukkan hasil yang signifikan.







