Punya infrastruktur dan personil di berbagai daerah hingga pelosok, membuat daya jelajah TNI tak perlu diragukan lagi. Keunggulan ini mendorong Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk menggandeng TNI.
(Progres.co.id): AGAR mampu memiliki produktivitas tinggi, sawah membutuhkan pasokan air memadai. Celakanya masih banyak hamparan lahan yang tidak dilalui sumber air. Untuk mengantisipasi itu pemerintah, dalam hal ini Kementerian PU, bakal membuka jalur irigasi baru. Untuk merealisasikannya mitra yang direkrut tidak sembarangan yakni TNI AD.
Angka kerja sama Kementerian PU dan TNI ini terbilang jumbo. Nilainya mencapai Rp12 Triliun. Seperti disampaikan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, TNI AD telah memetakan 200 titik pembangunan irigasi tahun 2025.
“Pembangunan aliran irigasi ini dimaksudkan untuk mencegah kekeringan di lahan yang tidak dilintasi aliran sungai atau sumber air lainnya. Harapannya nanti kita bisa kerja sama, kita sudah mencatat hampir 200 lebih titik untuk bisa menggunakan dana dari Kementerian PU ini,” kata Maruli kepada wartawan di Mabes AD, Jakarta Pusat, Jumat (20/12/2024).
Lebih lanjut diterangkannya, saat ini tanah yang disediakan untuk pembangunan telah disiapkan seluas 400.000 hektare. Maruli juga menyebutkan kerja sama kedua belah pihak terjalin setelah mempertimbangkan kesiapan TNI AD yang memiliki daya jelajah serta luasnya jangkauan hingga pelosok daerah.(*)






