Kinerja ekspor sektor pertanian Provinsi Lampung pada November 2024 turun sebesar 43,47 persen. Namun secara kumulatif Januari-November 2024 naik sebesar 104,08 persen.
Bandarlampung (Progres.co.id): Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung melaporkan nilai ekspor sektor pertanian Lampung pada November 2024 sebesar 123,67 juta dolar AS atau turun 43,47 persen dari bulan sebelumnya sebesar 218,77 dolar AS.
Kemerosotan kinerja ekspor pada sektor pertanian ini sekaligus mengakibatkan menurunnya total nilai ekspor Provinsi Lampung pada November 2024 sebesar 31,49 persen dibandingkan Oktober 2024.
Total nilai ekspor Lampung pada November 2024 tercatat sebesar 495,49 juta dolar AS. Sedangkan pada bulan sebelumnya mencapai 723,22 juta dolar AS.
Namun bila dibandingkan dengan total nilai ekspor pada November 2023 yang tercatat sebesar 429,64 juta dolar AS mengalami peningkatan sebesar 65,86 juta dolar AS atau naik 15,33 persen.
BPS melaporkan sepuluh golongan barang utama ekspor Provinsi Lampung pada November 2024 adalah lemak dan minyak hewan/nabati, kopi, teh, rempah-rempah, bahan bakar mineral, olahan dari sayuran, buah, dan kacang, ampas dan sisa industri makanan, pulp dari kayu, gula dan kembang gula, kayu, barang dari kayu, ikan, krustasea, dan moluska, serta olahan dari daging, ikan, krustasea, dan moluska.
Penurunan ekspor terjadi pada tujuh golongan barang utama yaitu olahan dari sayuran, buah, dan kacang turun 5,93 persen, olahan dari daging, ikan, krustasea, dan moluska turun 6,60 persen.
Ikan, krustasea, dan moluska turun 8,82 persen. Lemak dan minyak hewan/nabati turun 37,78 persen, pulp dari kayu turun 42,12 persen, kopi, teh, rempah-rempah turun 43,87 persen, serta ampas dan sisa industri makanan turun 44,23 persen.
Sedangkan golongan barang yang mengalami peningkatan yaitu gula dan kembang gula naik 50,86 persen, kayu, barang dari kayu naik 27,52 persen, bahan bakar mineral naik 18,46 persen.
Dalam laporannya, BPS juga menyebutkan bahwa ekspor sektor industri pengolahan yang menjadi sektor andalan Provinsi Lampung ikut mengalami penurunan sebesar 33,05 persen. Sementara sektor pertambangan dan lainnya naik sebesar 18,46 persen.(*)







