Penulis: Hendri Std


  • Setiap kali mendengarkan lagu Jogjakarta, Kla Project, tak jarang memori kita seperti ngelangut diajak menyusuri ruas Malioboro. Setidaknya itu bagi para pendengar yang pernah menjejakkan kaki ke Daerah Istimewa tersebut. Pengalaman batin nyaris serupa pada umumnya turut dirasakan oleh anak-anak pertanian (terkhusus alumni Fakultas Pertanian Unila) bila menghirup aroma tanah selepas diguyur hujan. Rasanya semacam ada nuansa yang juga bikin ngelangut yang cenderung melankolis. Entah mengapa bisa begitu.

    (Progres.co.id): KALAU pun pertanyaan itu mau dijawab, sudah barang tentu tidak bisa dijawab dengan sebuah kepastian. Sangat mungkin ada sederet alternatif penjelasan. Namun apa pun deskripsinya, ada satu keniscayaan yang tak mungkin dipungkiri. Anak pertanian pernah erat bersahabat dengan tanah semasa menjalani perkuliahan.

    Menggeluti lahan percontohan, menyusuri jalan-jalan desa saat melakoni tugas turun lapang, menapaki pematang sawah atau menekuri ternak di kandang warga kampung, adalah rangkaian cerita yang pernah dicicipi anak-anak pertanian.

    Namun, menanam tidak selalu harus menjadi petani dan melontarkan segenggam biji jagung pada kawanan unggas tak mesti menjadi peternak, demikian pula dengan mereka yang pernah mengenyam pendidikan pertanian. Tidak secara otomatis meniti pekerjaan di bidang pertanian.

    Kendati jalan hidup punya cerita masing-masing, namun (setidaknya yang saya rasakan) setiap kali menghirup aroma tanah selepas diguyur hujan, selalu saja membimbing alam pikir untuk mengenang momentum tak terlupakan semasa menjadi “anak pertanian”.

    Perasaan nyaris serupa juga mendadak muncul ketika mendapati kabar anak-anak pertanian akan berhimpun dalam sebuah wadah. IKAPERTA Unila namanya. Akronim dari Ikatan Alumni Pertanian. Wadah ini dibentuk tentu bukan semata untuk melampiaskan nostalgia. Bukan pula sekadar penambah embel-embel status bagi para pengurusnya.

    Ada tugas besar, yang disadari atau tidak, spontan tersampir di setiap pundak jajaran kepengurusan IKAPERTA periode 2024-2028. Terlebih ada janji yang sudah dilafalkan oleh masing-masing pengurus. Tugas besar itu tiada lain (mesti) berkontribusi konkrit bagi dunia pertanian, khususnya di Lampung. Konkritnya seperti apa? para sarjana pertanian itu sudah barang tentu tahu jawaban riilnya. Tinggal lagi pertanyaan yang tersisa, seberapa serius para pengurus mengupayakannya.

    Semoga harapan pada para anak-anak pertanian yang sudah menyandang gelar sarjana pertanian dan terhimpun dalam IKAPERTA tetap bisa diandalkan. Terlebih alam telah menunjukkan “tanda-tandanya”. Sesaat sebelum pengurus IKAPERTA dilantik di Aula Faperta Unila, Jumat (4/10/2024), hujan deras yang sebelumnya mengguyur, secara perlahan berhenti seakan memberi restu.

    Selepas hujan, aroma tanah pun menguap dan mampir ke penciuman anak-anak pertanian yang berhimpun di kampus hijau itu. Sungguh, bagi para pengurus IKAPERTA ini seperti dejavu. Seakan menyedot memori dan mengembalikan ingatan ke masa lalu, ketika masih menjadi anak-anak pertanian. Semoga, ini juga sebagai pertanda, sudah tiba waktunya berbuat untuk dunia pertanian. Bravo! (*)



  • Apa jadinya pertanian Lampung yang merupakan salah satu lumbung pangan nasional bila pasokan pupuk terhenti? Pertanyaan menggelitik ini kiranya yang menjadi pemikiran Pj Gubernur Samsudin.

    Pringsewu (Progres.co.id): Untuk memastikan kekhawatiran itu tidak terjadi, dirinya memantau langsung  ketersediaan pupuk di Gudang Pupuk Lini III GPP, bersamaan kunjungan kerjanya ke Kabupaten Pringsewu. “Saya berkepentingan memastikan kecukupan stok pupuk,” terangnya, Kamis (3/10/2024).

    Gudang Penyedian Pupuk Pringsewu F308/D3DJ PT. Pupuk Indonesia Group ini, merupakan salah satu penopang ketersediaan pupuk bagi petani di Lampung.

    “Kita tahu pertanian menjadi andalan Lampung, disamping percepatan di bidang lain. Oleh karenanya kita harus jaga betul keberlanjutan usaha tani. Jangan sampai aktivitas petani dalam mengelola pertanian dan perkebunannya terhambat gara-gara tidak ada pupuk di lapangan,” kata Samsudin.

    Dirinya menambahkan, selama ini pemprov bersama PT. Pupuk Indonesia Group memang telah saling bersinergi dalam menjaga ketersediaan pupuk. “Upaya ini demi memberi kenyamanan pada petani saat bekerja. Biar produktivitas meningkat dan petaninya makmur,” pungkasnya. (*)



  • Dengan raut semringah Pj Gubernur Samsudin secara simbolis menanam bibit pohon bambu di pelataran Kantor Bupati Pringsewu. Seulas senyum juga terlihat mengembang dari wajah Marindo Kurniawan, Pj Bupati Pringsewu, yang turut mendampingi. Agaknya kedua pembesar Pemprov Lampung itu, tengah menaruh harapan untuk membikin pohon bambu merebak ke seantero Pringsewu.

    Pringsewu (Progres.co.id): PENANAMAN pohon bambu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan kunjungan kerja Pj Gubernur di Bumi Jejama Secancanan. Momentum ini sekaligus penanda Pemkab Pringsewu mulai masif menggaungkan pelestarian pohon bambu yang menjadi ciri khas daerahnya.

    Saat dimintai tanggapan, Pj Gubernur Samsudin mengapresiasi langkah yang ditempuh pemerintahan setempat. “Memang sudah seharusnya ada upaya seperti ini. Terlebih ketika Pringsewu sudah mulai kekurangan pohon bambu. Padahal bambu kan jadi ikon Pringsewu.

    Samsudin juga menilai, inisiatif yang digagas Pj Bupati Marindo sejalan dengan harapan Presiden Jokowi agar setiap kabupaten/kota memiliki ciri khas tertentu. “Tidak ada opsi lain bagi ciri khas kabupaten ini, selain pring atau bambu. Apalagi bila dikelola dengan baik bambu dapat dijadikan sebagai penunjang bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat,” kata Pj Gubernur, Kamis (3/10/2024).

    Samsudin juga mengingatkan untuk menggerakkan anak muda agar mampu berinovasi dan menciptakan karya kreatif dari bambu. Begitu pula dengan para pedagang yang menjual kerajinan dari bahan bambu.

    Sebelumnya Pj Bupati Marindo melalui Surat Edaran No.031/630/U.06/2024 tanggal 17 Juli 2024, mengimbau untuk menanam pohon bambu sebagai hiasan dan ornamen tanaman di lingkungan  kantor. Himbauan ini dialamatkan kepada pimpinan instansi vertikal, kepala perangkat daerah, pimpinan perbankan dan universitas atau lembaga pendidikan.

    Edaran juga ditujukan bagi direktur BUMD, PDAM, RSUD dan RS swasta, camat dan kapekon serta Lurah. Kemudian pelaku usaha wisata, hotel dan restoran serta UMKM. “Tidak sekadar menanam tapi juga merawat, menjaga dan menata pohon-pohon bambu sehingga akan terbentuk hutan masyarakat dan tanaman ekonomis,” harap Marindo.

    Selain sebagai tanaman hias dan bernilai ekonomis, pohon bambu juga berfungsi meningkatkan volume air tanah, mencegah erosi, serta menyerap karbondioksida dengan baik. (*)



  • Bila melintas di ruas Jalan Pagar Alam, Labuan Ratu, pelintas bisa mendapati bunga kuning yang merekah cerah pada beberapa ruas mediannya. Padahal matahari sedang bersinar terik. Itulah tabebuya yang mirip bunga sakura.

    Bandarlampung (Progres.co.id): PEMANDANGAN nyaris serupa juga bisa dijumpai pada beberapa titik di sisi jalan lainnya di Bandarlampung. Tak terkecuali di ruas menuju Kota Metro. Tak pelak keindahan bunga tabebuya yang bermekaran tengah menjadi fenomena yang menarik perhatian warga, belakangan ini.

    Tapi tahukah sebenarnya tanaman tabebuya berasal dari mana? Dan apakah bunga cantik ini memiliki manfaat lain bagi manusia, selain menebar pesona dari warna bunganya?

    Dilansir dari laman Asosiasi Bunga Indonesia, tabebuya adalah tanaman hias yang berasal dari Amerika. Tanaman yang juga disebut pohon terompet ini mulanya tumbuh di Meksiko dan wilayah Amerika Latin, khususnya Brasil.

    Merujuk pada jurnal Taxon yang terbit tahun 1969, nama tabebuya pertama kali digunakan oleh seorang ahli taksonomi bernama Antonio Gomes pada 1803. Tabebuya adalah istilah yang diambil dari kata “tacyba bebuya” yang berarti pohon semut dalam dialek Tupi, bahasa yang dituturkan oleh penduduk suku Tupi, Brasil.

    Penamaan itu dipilih karena melihat banyaknya semut yang menghuni di dahan tanaman ini. Tanaman tabebuya merupakan bagian dari keluarga Bignoniaceae dan terdiri lebih dari 100 spesies yang memiliki ciri khas sama, yaitu kelopak bunga dengan warna-warni mencolok.

    Beberapa jenis yang sering ditemui, antara lain tabebuya kuning (Tabebuia chrysotricha), pink (Tabebuia impetiginosa), ungu (Tabebuia rosea), dan putih (Tabebuia riparia).

    Kapan tabebuya mekar? Menurut Ketua Program Master Ilmu Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan IPB Universiy, Hadi Susilo Arifin, biasanya tabebuya mekar saat musim kering atau kemarau.

    “Memang, tabebuya berbunga justru pada waktu musim kemarau. Kalau musim hujan dia tidak berbunga, Desember-Januari. Dia berbunga di musim kemarau yang sedang terik-teriknya. Juli-Agustus atau September-Oktober,” terangnya, seperti dilansir Kompas.com (6/10/2021).

    Meski tabebuya banyak ditemukan di Indonesia, tetapi tidak semua daerah cocok ditanami pohon ini. Hadi mengatakan, tabebuya akan tumbuh dengan optimal di wilayah kering. Namun, pohon mirip sakura ini juga bisa berbunga di wilayah dengan intensitas hujan tinggi, meski tampilan bunganya tidak secantik tabebuya di daerah kering.

    Kenapa tabebuya banyak ditanam di perkotaan? Tabebuya juga lebih cocok ditempatkan di luar ruangan. Menurut sebuah penelitian University of Florida, pohon tabebuya akan tumbuh maksimal jika mendapat sinar matahari penuh. Di samping itu, penting untuk memastikan kualitas tanah subur dan memiliki tingkat kelembapan sedang

    Pohon juga harus dilindungi dari embun beku. Oleh karena itu, tabebuya banyak ditanam di sudut-sudut kota. Lantas apa manfaat tabebuya? Pohon tabebuya memiliki beragam manfaat, baik untuk lingkungan maupun kesehatan, berikut manfaat selengkapnya.

    Manfaat tabebuya untuk lingkungan selain mempercantik kota, juga memilki manfaat bagi lingkungan. Bagian bunga tabebuya dapat diolah sebagai pupuk untuk tanaman. Cara membuat pupuk tabebuya cukup mudah. Hal yang perlu dilakukan adalah mengumpulkan beberapa bunga tabebuya lalu biarkan hingga membusuk. Setelah itu, bunga diletakkan di bawah tanah sepeti pupuk.

    Tabebuya juga memiliki manfaat untuk kesehatan. Beberapa jenis tabebuya dikenal memiliki manfaat baik untuk kesehatan tubuh, seperti tabebuya ungu. Menurut Journal of Functiona Foods tahun 2021, ekstrak tabebuya ungu dapat membantu menurunkan berat badan yang signifikan bagi penderita obesitas. Jenis tabebuya ini juga mengandung senyawa antioksidan.

    Bunga tabebuya juga dapat diolah menjadi teh bernama lapacho atau teh Inca yang dikenal oleh penduduk asli Amerika sebagai obat tradisional. Dilansir dari Phytotherapy Research, teh bunga tabebuya dapat mengatasi masalah pankreas.(dbs)



  • Keberadaan tentara di era Presiden Soeharto pernah mengemban dwi fungsi ABRI. Salah satu aktivitasnya menggelar program AMD atau ABRI Masuk Desa. Kini, TNI kembali menjajaki untuk turun ke desa. Terutama berpartisipasi dalam bidang pertanian.

    Jakarta (Progres.co.id): KESERIUSAN TNI untuk berkontribusi mendukung program pemerintah dalam produksi pangan ditunjukkan melalui pembentukan Batalion Infanteri Penyangga Daerah Rawan (Yonif PDR). Langkah ini diawali dengan menggelar penugasan di wilayah Papua. Setidaknya terdapat lima batalion yang sudah dipersiapkan.

    Seperti disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Menurutnya, Yonif PDR memiliki spesifikasi tertentu, termasuk Batalion Konstruksi dan Batalion Produksi. “Tugas awal kita akan melaksanakan program pertanian di wilayah Papua, dan batalion-batalion ini akan membantu bersama Kementerian Pertanian serta masyarakat setempat untuk bertanam, khususnya padi,” ungkap Panglima di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Rabu (2/10/2024).

    Dia menambahkan, tujuan utama pembentukan Yonif PDR adalah untuk membantu program pemerintah, terutama di daerah yang memerlukan percepatan pembangunan. Khususnya memulai program ketahanan pangan. “Di Merauke, kita sudah tanam 1.059 hektar dan mungkin akhir bulan ini sudah panen,” tambahnya.

    Sementara Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menjelaskan, personel TNI yang tergabung dalam Yonif PDR akan dibekali ilmu pertanian.

    “Nanti ada Bintara khusus yang semenjak pendidikan militernya sambil dibekali ilmu pertanian. Bintara Khusus ini akan masuk ke dalam kompi-kompi produksi dan mengajarkan masyarakat Papua dalam pertanian,” jelas Maruli, seraya mengatakan, ide pembentukan Yonif PDR berasal dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. (dbs)



  • Kondisi perunggasan dalam kurun waktu 8 tahun terakhir sempat memperlihatkan fluktuasi. Baik dari segi harga ayam maupun telur.

    (Progres.co.id): FLUKTUASI tersebut secara umum berada di bawah Harga Pokok Penjualan (HPP) peternak rakyat. Kondisi ini diiringi oleh kinerja produksi telur dan livebird yang terus mengalami peningkatan setiap tahun.

    Pengendalian pasokan yang efektif saat itu masih berupa pengurangan telur tetas. Namun dalam perkembangannya dipandang perlu adanya penataan perunggasan. Salah satunya melalui pendirian industri pengolahan tepung telur di dalam negeri. Upaya ini diperkirakan menjadi solusi efektif untuk menata perunggasan layer sekaligus broiler.

    Usulan tersebut seiring dengan program dan kegiatan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dalam pemenuhan pangan asal ternak melalui agribisnis peternakan rakyat.

    Langkah itu untuk mendorong peningkatan produksi pangan asal ternak, khususnya telur ayam konsumsi, serta didukung oleh produksi perunggasan dalam negeri yang semakin meningkat.

    Berdasarkan data statistik dari Ditjen PKH tahun 2023, kebutuhan telur nasional sebanyak 6.238.954 ton. Sedangkan produksi nasional sebanyak 6.347.853 ton. Kondisi ini menunjukkan adanya surplus telur konsumsi sebanyak 178.770 ton.

    Melihat prestasi produksi tersebut, maka pantaslah jika pemerintah menginisiasi pilot project membentuk industri pengolahan telur berbasis UMKM.

    Realitas selama ini Indonesia termasuk salah satu pengimpor beberapa jenis produk tepung telur, khususnya dari India. Produk yang didatangkan dari luar itu seperti tepung putih telur (egg albumen powder), tepung kuning telur (egg yolk powder) dan tepung telur utuh (whole egg powder). 

    Impor tepung telur yang cukup besar menunjukkan kebutuhan akan bahan baku industri itu masih cukup tinggi di Indonesia. Tepung telur umumnya digunakan sebagai bahan baku industri pangan dan HOREKA (Hotel, Restoran, Katering) meliputi industri bakery, pastry, konfeksionery, mie instan, ice cream, biskuit, mayonaise, salad dressing serta produk olahan daging dan soup.

    Tepung telur juga dimanfaatkan untuk industri nonpangan dalam pembuatan kultur media, inseminasi buatan, industri penyamakan, industri kosmetik dan industri pakan ternak.

    Ketergantungan Indonesia pada impor tepung telur tersebut menimbulkan pertanyaan,  apakah kita tidak bisa memproduksi sendiri?

    Sementara data menunjukkan adanya tren kenaikan produksi telur ayam ras dalam negeri. Pembangunan industri tepung telur, selain dapat mengurangi impor juga dapat meningkatkan nilai tambah telur segar peternak. Gejolak harga, dimana harga telur segar di tingkat peternak di bawah harga acuan yang ditetapkan pemerintah, salah satunya disebabkan karena adanya oversupply.

    Tepung telur memiliki daya simpan (shelf life) yang panjang, volume produk menjadi lebih kecil sehingga lebih hemat ruang dan biaya penyimpanan. Tepung telur juga memungkinkan jangkauan pemasaran yang lebih luas dan penggunaannya lebih beragam dibandingkan telur segar.

    Untuk mendorong berkembangnya industri tepung telur di Indoensia dan meningkatkan nilai tambah telur segar yang dihasilkan peternak, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Tahun 2022 telah melakukan pilot project fasilitasi sarana dan prasarana pengolahan tepung telur di Kelompok Guyup Rukun Selawase, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Keompok ini berada dalam binaan Koperasi Putra Blitar.

    Pada saat awal, mengingat bantuan pemerintah masih berskala kecil, ditambah lagi terkendala prosedur terkait aturan kelompok yang ketat, serta belum maksimalnya skala produksi yang hanya ditopang 1 unit mesin produksi dengan kapasitas 50 kg, menuntut dilakukan penyesuaian.

    Akhirnya pembina koperasi berinisiatif untuk membentuk konsorsium. Harapannya demi memudahkan mendapatkan akses permodalan dari perbankan guna menjalankan proses produksi. Alhasil, para punggawa konsorsium membentuk sebuah Perusahaan Terbatas (PT) SIPAMAN (Sinergi Pangan Mandiri).

    Dalam pelaksanaannya PT. SIPAMAN akan menyerap produk tepung telur hasil produksi Kelompok Guyup Rukun Selawase. Perusahaan yang berkedudukan di Blitar, Jawa Timur, ini bergerak di bidang ‘Food and Beverage’. Pengelolaannya didukung oleh para profesional yang memiliki pengalaman dan keahlian di bidang pengolahan pangan, khususnya olahan telur.

    PT. SIPAMAN memproduksi tepung telur ayam dengan konsep ‘Zero Waste Production’ dengan teknologi Agitated Pan Driying yang merupakan teknologi pengolahan tepung telur pertama di Indonesia yang dapat menghasilkan tepung telur berkualitas tinggi.

    Dengan pendampingan dan pembinaan oleh Direktorat PPHNAk, Kementerian Pertanian RI, PT. SIPAMAN untuk 5 tahun ke depan diproyeksikan menjadi produsen lokal utama untuk tepung telur guna memenuhi kebutuhan industri makanan dalam negeri Indonesia.

    Dalam aktivitasnya PT SIPAMAN fokus memproduksi tepung telur, mencakup Tepung Telur Utuh (Whole Egg Powder), Tepung Kuning Telur (Egg Yolk Powder), Tepung Putih Telur (Egg Albumen Powder) yang berasal dari telur ayam yang menjadi mitra peternak secara higienis dengan teknologi Agitated Pan Drying.

    Adapun kapasitas produksi terpasang mencapai 8-10 ton tepung telur (campuran) per bulan. Secara bertahap nantinya akan dikembangkan menjadi 30-40 ton tepung telur campuran per bulan.

    Sedangkan proses produksi menerapkan konsep Zero Waste Production yang sangat bersahabat dengan lingkungan. Pada saat yang sama aktivitas produksi ini turut berkontribusi bagi tumbuhnya UMKM sekitar pabrik. Terutama dalam memproses limbah telur (cangkang telur) menjadi beberapa produk turunannya, seperti pupuk organik maupun bahan tambahan pakan ternak unggas maupun ikan.

    Kondisi saat ini produksi tepung telur yang dihasilkan oleh PT. SIPAMAN sebanyak 4 ton egg yolk powder, 2 ton egg albumen powder dan 1 ton whole egg powder per bulan dan sudah melakukan MoU pembelian dengan PT. Ariane Kunci Sukses yang berkedudukan di Sekarwangi, Soreang, Kabupaten Bandung.

    Fasilitasi ini diharapkan dapat berkelanjutan dan kedepannya dapat direplikasi di beberapa sentra telur di Indonesia. Namun demikian pembangunan industri tepung telur masih memiliki beberapa tantangan. Terutama bahan baku telur segar dalam negeri yang cukup mahal dibandingkan dengan telur segar di negara lain.

    Akibatnya harga jual tepung telur cenderung lebih mahal dibanding tepung telur impor. Biaya investasi yang dibutuhkan pun terhitung cukup besar. Ditambah lagi masih kurangnya pembinaan dan pendampingan terkait teknologi pengolahan tepung telur untuk menghasilkan produk yang berkualitas.

    Hanya saja peluang industri tepung telur tetap prospektif untuk dikembangkan. Setidaknya terdapat beberapa peluang yang ada di bidang ini. Pertama, karena permintaan impor yang cukup tinggi menunjukkan masih ada peluang pasar yang dapat dipenuhi oleh produk yang dihasilkan dalam negeri.

    Kedua, target dari penjualan produk ini cukup luas meliputi industri pangan dan nonpangan. Ketiga, pemasaran produk cukup mudah dan murah karena tidak memerlukan rantai dingin. Oleh karena itu, investasi industri tepung telur di indonesia secara bisnis menjanjikan dan mendukung pengembangan industri peternakan ayam petelur.(sumber: J_Dit PPHNak)



  • Menjaga ketersediaan pangan serta mendorong peningkatan produksi pertanian merupakan tugas pokok banyak pihak. Namun, tantangan yang dihadapi juga berlipat. Salah satunya makin menyempitnya lahan persawahan.

    Bandarlampung (Progres.co.id): MENYIKAPI hal tersebut Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung menggelar rapat “Penyusunan Sasaran Produksi Tanaman Pangan Tahun 2025”.

    Kegiatan ini menghadirkan para narasumber dari Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Lampung, serta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Lampung.

    Dalam sambutannya, Kepala Dinas KPTPH, Bani Ispriyanto, menekankan pentingnya perencanaan produksi yang matang guna mendukung target pencapaian produksi pangan di tahun mendatang. Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan bagi 9 juta penduduk Lampung.

    “Penyusunan sasaran ini mencakup target luas tanam, luas panen, produktivitas dan total produksi yang ingin dicapai pada tahun 2025,” kata Bani, Kamis (26/9/2024).

    Dirinya juga menyampaikan, Provinsi Lampung berkomitmen untuk meningkatkan produksi melalui berbagai strategi. Di antaranya seperti percepatan tanam, penyediaan benih unggul, serta optimalisasi lahan rawa, pompanisasi, dan pengembangan padi gogo.

    Lebih lanjut Bani menguraikan, pada 2024 ini, Lampung telah mengalokasikan kegiatan optimalisasi lahan rawa seluas 28.202 hektar, pompanisasi seluas 45.625 hektar, serta pengembangan padi gogo di lahan seluas 4.350 hektar. Adapun lokasinya tersebar di beberapa kabupaten yakni Lampung Tengah, Lampung Timur, Mesuji dan Tulang Bawang.

    Selain itu Kadis KPTPH turut menyoroti pentingnya peningkatan produksi komoditas lain seperti jagung, ubikayu, ubijalar, kedelai, kacang tanah dan kacang hijau. Tiada lain tujuannya guna menciptakan diversifikasi pangan yang kuat.

    Ditambahkannya, pada Rakortek Februari 2024 lalu, Lampung mendapatkan target produksi tahun 2025 sebesar 2.832.483 ton GKG untuk padi, 1.723.753 ton pipilan kering untuk jagung, 7.098 ton untuk kedelai, serta 7.555.526 ton untuk ubikayu dan ubi jalar.

    “Di sisi lain, kita turut menghadapi tantangan semakin berkurangnya luas baku sawah (LBS),” ungkap Bani. LBS adalah luas lahan sawah yang ditetapkan oleh pemerintah. Peta LBS dibuat oleh Kementerian ATR/BPN.

    Berdasarkan Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 446.1/SK-PG.03.03/V/2024, LBS Provinsi Lampung berkurang 6,7% dari 361 ribu hektar menjadi 337 ribu hektar.

    “Seperti kendala lain, tantangan berkurangnya LBS ini tentu perlu disiasati. Paling tidak kita dituntut untuk lebih inovatif dalam mencari strategi dalam meningkatkan produksi,” kata Bani.

    Oleh karena itu, sambungnya, sinergi antarlembaga serta pemanfaatan sumber daya yang ada sangat diperlukan. Terutama dalam mencapai target yang telah ditetapkan.

    Terkait hal tersebut, Bani mengajak seluruh pihak, termasuk para penyuluh pertanian dan petugas pengendali organisme pengganggu tanaman, untuk berperan aktif dalam mencapai tujuan bersama.

    Dia juga berharap melalui kegiatan penyusunan sasaran ini, para pemangku kebijakan di tingkat kabupaten/kota dapat mempersiapkan segala sesuatunya dalam menetapkan target. Sehingga target yang ditetapkan dapat realistis dan terukur untuk musim tanam tahun 2025 yang akan dimulai pada Oktober 2024. (*)



  • Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Lampung mendampingi pelaksanaan surveilans pupuk organik oleh Lembaga Sertifikasi Organik (LSO) Inofice, Bogor. Dinas di bawah kepemimpinan Lili Mawarti ini, juga menjalankan pengawasan obat hewan di tingkat distributor PT. Enseval Putra Megatrading.

    Bandarlampung (Progres.co.id): KEDUA agenda pada Rabu (2 Oktober 2024) itu berlangsung di dua lokasi berbeda. Surveilans pupuk organik dilakukan dengan mengunjungi Kelompok Tani Sumber Rezeki, Kecamatan Tanjung Sari, Lampung Selatan. Seperti diterangkan Kepala Bidang Usaha dan Pasca Panen, Abdul Salam Nasrudin, kegiatan ini merupakan bagian dari pembaruan sertifikat organik tahunan, setelah sertifikasi pertama dilakukan pada 2023.

    “Surveilans dilakukan melalui wawancara dan observasi lapangan, mencakup seluruh proses produksi pupuk organik, mulai dari penerimaan bahan baku hingga penyimpanan dan pengemasan. Kapasitas produksi saat ini mencapai 50 ton per tahun dengan distribusi ke wilayah Lampung Selatan, Mesuji dan Sumatera Selatan,” terang Abdul.

    Lebih lanjut dia menerangkan, dari hasil surveilans didapati dua temuan. Pertama ditemukannya tambahan bahan baku yang belum tertera dalam SOP. Kemudian adanya penggunaan karung bekas urea sebagai media penyimpanan arang sekam. Untuk tindak lanjut, kelompok tani akan memperbarui SOP serta memastikan penggunaan media penyimpanan sesuai standar.

    Kegiatan lain Disnakkeswan, melalui tim Bidang Keswan dan Kesmavet yang dipimpin drh. Yudistira, bekerja sama dengan tim Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bandar Lampung yang diwakili Zamroni, melakukan pengawasan obat hewan di tingkat distributor yakni PT. Enseval Putra Megatrading.

    Kegiatan diawali dengan pengecekan dokumen legalitas dan perizinan, serta distribusi obat hewan ke end user. “Inspeksi lapangan ini dilakukan untuk memeriksa tata cara penyimpanan obat serta memastikan obat yang tersedia aman dan teregistrasi,” terang drh. Yudistira.

    Dia menyebutkan hasil pengawasan menunjukkan izin yang dimiliki PT. Enseval Putra Megatrading telah sesuai KBLI. “Di sini juga terdapat penanggung jawab obat hewan, dan obat hewan yang disimpan sudah memenuhi syarat. Tidak ditemukan penyalahgunaan atau switching antimikroba dari sektor hewan ke manusia atau sebaliknya,” ungkap drh. Yudistira.

    Pengawasan antimikroba di seluruh rantai distribusi ini, imbuhnya, diharapkan mampu mencegah terjadinya penyalahgunaan antimikroba yang dapat berdampak negatif di lapangan.(*)



  • Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung merilis buku Potensi Pertanian Lampung; Peta Baru Tanaman Pangan dan Perkebunan Berkelanjutan. Buku yang diterbitkan 30 September 2024 itu berisikan seputar tantangan dan peluang.

    Bandarlampung (PROGRES.CO.ID): DALAM buku 85 halaman itu Kepala BPS Atas Parlindungan Lubis, mengatakan bahwa pertanian memegang peran vital dalam pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan Lampung. “Ditambah lagi lebih dari separuh penduduk Lampung menggantungkan hidup pada sektor tersebut,” terangnya, seperti termuat pada lembar kata pengantar buku.

    Dirinya juga menyebutkan, perubahan dan tantangan yang dihadapi subsektor ini, akan membawa dampak signifikan terhadap kesejahteraan nasional. Oleh karenanya di tengah upaya membangun sistem pertanian yang lebih tangguh, adaptif, dan berkelanjutan, kehadiran buku ini diharapkan dapat memberi kontribusi bagi kemajuan daerah maupun nasional.

    Secara umum buku “Potensi Pertanian Provinsi Lampung; Peta Baru Tanaman Pangan dan Perkebunan Berkelanjutan” menyajikan informasi lebih dalam tentang peluang dan tantangan yang dihadapi subsektor pertanian, seperti tanaman pangan dan perkebunan dengan menggunakan data Sensus Pertanian 2023 dan sumber lain yang relevan.

    “Melalui analisis yang komprehensif, kami mencoba memetakan potensi yang belum tergali, merumuskan solusi atas permasalahan yang ada, serta memberikan rujukan dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran,” tutup Atas Parlindungan Lubis. (*)



  • Samsudin, Pj Gubernur Lampung, menyerahkan Penghargaan Pemenang Lomba Wana Lestari Tingkat Provinsi Lampung tahun 2024. Para pemenang berasal dari delapan kategori penilaian yang telah ditetapkan.

    Bandarlampung (Progres.co.id): PENYERAHAN penghargaan itu dilangsungkan di ruang kerja gubernur, Selasa (1/10/2024). Lomba Wana Lestari sendiri memberi perhatian khusus terhadap metode penyuluhan yang dilaksanakan oleh perorangan, kelompok atau aparatur pemerintah, yang berprestasi dalam memberdayakan dan mengubah perilaku masyarakat. Terutama dalam pembangunan bidang lingkungan hidup dan kehutanan.

    Ada delapan kategori yang dipakai pada lomba wana lestari yaitu Penyuluh Kehutanan PNS, Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM), Kelompok Tani Hutan (KTH), Kader Konservasi Alam, Kelompok Pecinta Alam, Kelompok Masyarakat Pemegang Izin Hutan Kemasyarakatan (HKm), Pengelola Hutan Desa dan Pengelola Hutan Adat.

    Menurut Pj Gubernur, Samsudin, baik secara pribadi maupun mewakili pemerintahan Provinsi Lampung, dirinya menyampaikan rasa bangga dan ucapan selamat kepada para pemenang. “Tentu penghargaan ini menjadi bagian dari apa yang sudah sukses dari program kehutanan Provinsi Lampung, pembangunan kehutanan juga harus dijadikan prioritas,” ujarnya.

    Samsudin berkomitmen untuk terus mengoptimalkan potensi-potensi hutan yang ada di Lampung sama seperti halnya potensi laut yang ada. Selain itu, ia juga berpesan bahwa dalam hal pembangunan dan pelestarian hutan tidak boleh asal-asalan. Sebab ada tugas besar untuk menjaga kondisi hutan yang sudah lestari.

    “Selain menjaga kelestarian, perlu diupayakan juga agar optimalisasi sumber daya hutan itu bisa berdampak bagi masyarakat,” pesannya.

    Terakhir dirinya berpesan agar Dinas Kehutanan, masyarakat dan seluruh stakeholder terkait dapat berkontribusi dalam melestarikan, mengoptimalkan serta menggali sumber daya yang sudah ada dan sumber daya yang belum ditemukan di dalam hutan Lampung.(*)

    Pemenang Lomba Wana Lestari Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2024:
    1. Supriyadi dari UPTD KPH Gunung Balak, Pemenang 1 Kategori Penyuluh Kehutanan PNS.
    2. Ayuniara dari UPTD KPH Batu Serampok, Pemenang 2 Kategori Penyuluh Kehutanan PNS.
    3. Subhan Damsir dari UPTD KPH Way Pisang, Pemenang 3 Kategori Penyuluh Kehutanan PNS.
    4. Widyanto dari UPTD KPH Gunung Balak, Pemenang 1 Kategori PKSM.
    5. Samsudin Seta dari UPTD KPH Sungai Buaya, Pemenang 2 Kategori PKSM.
    6. Hasbuna dari UPTD KPH Pematang Neba, Pemenang 3 Kategori PKSM.
    7. KTH Lestari Jaya, Pemenang 1 Kategori KTH.
    8. KTH Maju Lancar, Pemenang 2 Kategori KTH.
    9. KTH Muara Alam Lestari, Pemenang 3 Kategori KTH.
    10. Gapoktan Sepakat Mandiri, Pemenang 1 Kategori Pemegang Izin HKm.
    11. Gapoktan Hutan Tua, Pemenang 2 Kategori Pemegang Izin HKm.
    12. LPHD Banding, Pemenang 1 Kategori Kelompok Pengelola Hutan Desa.
    (*)