Munculnya beberapa dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di beberapa daerah menjadi sorotan banyak pihak.
Jakarta (Progres.co.id): MENANGGAPI hal tersebut Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengatakan insiden semacam itu lantaran sebagian besar mitra Satuan Pengelola Pengelolaan Gizi (SPPG) masih baru dan belum terbiasa menangani produksi makanan dalam jumlah besar.
“Tidak dipungkiri itu memang ada. Penyebabnya karena rata-rata mitra masih belum terbiasa. Jadi kami sekarang menginstruksikan kepada mitra yang baru-baru agar memulai program dari jumlah kecil,” kata Dadan di Jakarta, Senin (3/3/2025).
Untuk kepentingan itu pula, lanjutnya, BGN telah melakukan evaluasi harian terhadap setiap SPPG yang terlibat dalam program MBG. Sebagai langkah perbaikan, ada ketentuan mitra baru untuk memulai dengan jumlah kecil, sekitar 100-150 porsi. Bila sudah dirasa cukup kapasitasnya secara bertahap akan ditingkatkan sampai mencapai 3.000 porsi per hari. (*)
sumber: Kompas










