Penulis: Suryani


  • Perencanaan pembangunan daerah merupakan suatu proses untuk menentukan kebijakan masa depan suatu daerah. Melalui perencanaan pula, nasib pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya yang ada dalam jangka waktu tertentu ditentukan.

    Bandarlampung (Progres.co.id): BEGITU strategisnya peran perencanaan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung menggelar Pelatihan Analisis Perencanaan Pembangunan bagi fungsional perencanaan. Kegiatan yang diikuti para pejabat fungsional perencanaan di lingkungan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung ini berlangsung secara luring dan daring di Novotel.

    Dalam sambutannya Elvira Umihanni, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lampung mengatakan, tujuan utama perencanaan pembangunan pada akhirnya untuk peningkatan dan pemerataan pendapatan masyarakat, kesempatan kerja, lapangan berusaha, meningkatkan akses, serta kualitas pelayanan publik dan daya saing daerah.

    “Jadi seluruh aspek perencanaan pembangunan daerah harus bermuara pada kesejahteraan masyarakat secara luas dan merata,” terang Elvira, Selasa (29/10/2024).

    Lebih lanjut Kepala Bappeda juga menguraikan, perumusan perencanaan pembangunan daerah harus dilaksanakan dengan pendekatan holistik, integratif, tematik dan spasial (HITS), agar pembangunan daerah dapat terlaksana secara lebih efektif, efisien, terukur dan berkelanjutan.

    Selain itu, Elvira mengungkapkan, salah satu kemampuan yang diperlukan dalam perencanaan pembangunan daerah adalah kemampuan analisis. Menurut literatur, paparnya, analisis adalah aktivitas yang memuat kegiatan memilah, mengurai, membedakan sesuatu yang kemudian dikelompokkan menurut kriteria tertentu, lalu dicari makna dan kaitannya masing-masing.

    Analisis tersebut digunakan untuk mengenali sejumlah data yang didapat dari keadaan dan waktu tertentu, guna mendapatkan kesimpulan yang akan diimplementasikan dalam menetapkan kebijakan dan mengambil keputusan dalam mengatasi suatu permasalahan.

    “Dalam konteks perencanaan pembangunan daerah, analisis menjadi tahap penting karena akan menjadi alat utama dalam menetapkan kebijakan untuk menjawab permasalahan dan isu strategis pembangunan daerah,” urai Elvira.

    Oleh karenanya, sambung Elvira, Bappeda Provinsi Lampung menganggap perlu melaksanakan kegiatan Pelatihan Analisis Perencanaan Pembangunan, agar para fungsional perencanaan di Provinsi Lampung semakin terlatih dalam melakukan analisis dan merumuskan rekomendasi kebijakan pembangunan daerah.

    Pada kesempatan itu Kepala Bappeda juga menyinggung tentang Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 1 Tahun 2023 tentang Jabatan Fungsional. Adapun tujuannya untuk menata berbagai regulasi tentang jabatan fungsional.

    “Sebagaimana kita ketahui, pemerintah mendorong ASN agar bertransformasi menjadi pejabat fungsional,” terang Elvira.

    Bappeda Lampung, sebagai instansi pembina fungsional perencana, imbuh Elvira, berkomitmen untuk senantiasa mendukung upaya-upaya peningkatan kapasitas (capacity building). “Tiada lain harapannya dapat menghasilkan fungsional perencana yang kompeten dan profesional,” pungkas Elvira.

    Kegiatan yang berlangsung secara luring dan daring ini mengetengahkan para pembicara seperti Gun Gun Nugraha S.Si., M.Si (Stastisi Ahli Muda – BPS Provinsi Lampung) yang menyampaikan tema Tren Capaian Makro Pembangunan Provinsi Lampung Tahun 2014- 2024.

    Lalu Hatni dari Kemenpan RB yang menyampaikan materi Metode Logical Framework Analysis dalam Perencanaan Pembangunan. Kemudian Arif (Kemenpan RB) dengan ulasan Review Penilaian Kinerja Pemerintah Provinsi Lampung Tahun 2024.

    Pembicara berikutnya Dimas Wisnu Adrianto dari Nalar Institute menyampaikan Analisis Foresight dalam Perencanaan Pembangunan. Terakhir Decky Ferdiansyah, S.Si, MSP, Apt (Perencana Ahli Madya – Bappeda Prov Lampung) dengan ulasan Analisis Risiko Sosial dalam Perencanaan Pembangunan. (*)



  • Ikan mas, yang di Indonesia dikenal sebagai salah satu hidangan lezat, ternyata dianggap sebagai hama di Australia.

    (Progres.co.id): ANGGAPAN itu bukan tanpa alasan. Ikan mas yang memiliki kemampuan beradaptasi luar biasa, rupanya menjadi ancaman bagi keanekaragaman hayati di Australia.

    Ikan dengan nama ilmiah Cyprinus Carpio ini dikenal sebagai pemakan lumpur. Mereka menelan lumpur untuk menangkap invertebrata, lalu memuntahkan lumpurnya kembali. Aktivitas ini menyebabkan air menjadi keruh, sehingga menghalangi cahaya matahari untuk menembus air. Kondisi ini menghambat proses fotosintesis dan merusak tumbuhan yang hidup di perairan.

    Dikutip dari ABC Australia pada Senin (28/10/2024), diperkirakan ada sekitar 360 juta ikan mas di saluran-saluran air, dengan 96 persen populasi ditemukan di sepanjang pantai bagian timur Australia.

    Kepala ilmuwan dari Institut Arthur Rylah bidang Penelitian Lingkungan, Jarod Lyon, menyatakan ikan air tawar ini mengancam keseimbangan ekosistem air di Australia.

    “Ikan mas mengancam keanekaragaman hayati di Australia,” ujar Lyon.

    Situasi ini diperparah oleh minimnya predator alami yang mampu mengendalikan populasi ikan mas. Akibatnya, ikan mas berkembang biak tanpa kontrol, mendominasi perairan, dan bahkan memangsa telur serta anak ikan-ikan lokal.

    Penurunan kualitas air dan hilangnya keanekaragaman hayati turut mengurangi daya tarik wisatawan di sektor pariwisata perairan. Dominasi ikan mas ini juga merugikan nelayan, karena mengurangi jumlah tangkapan ikan komersial.

    Pemerintah Australia telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah ini, termasuk mengadakan penangkapan massal, pengendalian biologis, dan pemanfaatan predator alami. Namun, sifat adaptif ikan mas membuat upaya tersebut belum menunjukkan hasil yang signifikan.



  • Profesi petani kerap dipandang kurang menarik, sehingga membuat anak muda masa kini lebih memilih untuk berprofesi sebagai karyawan di perusahaan berpendingin. Namun kisah sukses Harry Stine mungkin dapat mengubah perspektif tersebut.

    (Progres.co.id): MENJADI petani konglomerat bukan hanya bualan semata. Harry Stine yang bergelut di sektor pertanian berhasil mencatat sejarah sebagai orang terkaya nomor 244 di dunia. Tidak tanggung-tanggung, Forbes mencatat harta kekayaannya tembus hingga Rp 160,09 triliun per Sabtu (26/10/2024).

    Harry Stine merupakan anak dari keluarga petani yang lahir pada 26 Oktober 1941 di Adel, Lowa, Amerika Serikat.

    Sejak usia lima tahun, Stine sudah diajarkan tentang seluk-beluk pertanian oleh orang tuanya. Kecintaannya pada dunia pertanian mengantarkannya ke Lowa State University, jurusan agronomi. Selepas kuliah, ia kembali ke ladang keluarga dan mulai berinovasi di bidang genetika tanaman.

    Pada akhir 1960-an, ia mendirikan Improved Variety Research (IVR), perusahaan penelitian kedelai swasta pertama di AS. Namun, seperti kata pepatah, kesuksesan tidak datang dengan mudah. IVR rupanya tidak bertahan lama. Meski begitu, Stine tidak patah arang, ia kembali bangkit dan mendirikan Perusahaan Pembenihan Stine.

    Ketertarikannya pada pemuliaan kedelai berhasil mendatangkan keuntungan besar. Lewat perusahaan itu, ia mengembangkan tanaman kedelai baru yang memiliki hasil lebih tinggi.

    Pada 1979, ia mulai memasarkan benih kedelai di bawah merek Stine Soybean Seeds. Hasilnya, penjualan benih kedelai melonjak tajam. Dalam lima tahun, Stine Seed Company berhasil menjual lebih dari setengah juta unit benih yang tersebar luas, dari Ohio hingga Colorado, Minnesota hingga Missouri.

    Tidak hanya fokus pada kedelai, Stine juga merambah sektor jagung dengan mendirikan Eden Enterprises bersama rekannya, Bill Eby. Perusahaan ini fokus pada pengembangan bibit jagung dan turut meraih sukses di pasaran.

    Kesuksesan demi kesuksesan mendorong Stine untuk terus memperluas usahanya. Pada 1986 hingga 1989, Stine Seed Company mengakuisisi sembilan perusahaan benih regional, memperluas jangkauan pasar hingga memiliki 1.700 dealer di 15 negara bagian AS. Perusahaan ini pun menjelma menjadi salah satu dari empat perusahaan benih kedelai terbesar di Amerika.

    Sebagai sosok pengusaha sekaligus petani sukses, Stine ternyata menunjukkan kepedulian yang besar terhadap para karyawannya.

    Beberapa tahun lalu, ia memberikan bonus sebesar seribu dolar AS kepada setiap karyawan untuk setiap tahun masa kerja mereka di perusahaan. Pada momen Natal, Stine juga memberi kenaikan upah sebesar satu dolar AS per jam untuk karyawannya.

    “Kami ingin karyawan merasa dihargai,” ungkapnya seperti dikutip dari Forbes.

    Bagi Stine, memperlakukan karyawan dengan baik adalah dasar dari bisnis yang sukses.

    (Sumber: CNN Indonesia)



  • Seakan mengendus gundukan gula, semut bersegera menghampiri. Setidaknya begitulah perumpamaan yang menggambarkan bagaimana getolnya investor Vietnam, TH Group, saat ditawari berinvestasi di Indonesia guna mendukung program nasional; susu gratis.

    (Progres.co.id): TIDAK main-main, saking prospektifnya tawaran yang disodorkan melalui Kementerian Pertanian, perusahaan produsen susu terbesar di Vietnam itu, langsung mengamininya.

    Bahkan, mereka meminta disiapkan lahan satu hamparan tak kurang 10.000 hektare, untuk mendukung produksi susu dalam program makan bergizi gratis (MBG).

    Sementara sampai saat ini, lahan yang sudah dipersiapkan tidak lebih dari 3.000 hektare. Progres penjajakan kerja sama itu disampaikan Kepala Badan Bank Tanah, Parman Nataatmadja, dalam acara FGD “Pengembangan Program Reforma Agraria Badan Bank Tanah”, Kamis (24/10/2024).

    Dejelaskannya 3.000 hektare lahan yang tersedia itu, merupakan bagian dari total 6.000 hektare lahan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) yang siap digunakan. Namun, dari 6 ribu hektar sudah terpakai 1.550 hektare untuk program reforma agraria yang berada di Poso, Sulawesi Tengah.

    “Lokasi lahannya berada di sana. Kondisi ketinggiannya 1.100 mdpl. Jadi memang cocok. Untuk saat ini kami sedang mencari jalan tengahnya agar rencana tersebut dapat terwujud,” kata dia.

    Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama TH Group telah berkunjung ke Kabupaten Poso untuk mempersiapkan pembangunan industri susu di sana.

    Dikatakan Amran, rencananya memang akan membangun industri sapi perah dan pengolahan susu. Jika investasi ini berjalan lancar, produksi susu dari industri susu itu kelak bisa mencapai 1,8 juta ton dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

    “Sedangkan saat ini Indonesia masih memenuhi kebutuhan susu dalam negeri dengan cara impor 3,7 juta ton sudu. Berarti, setelah industri susu terbangun kita sudah bisa memenuhi setengah dari kebutuhan impor,” jelas Menteri Pertanian ini.(*)



  • Bila bertandang ke daerah sekitar pantai di Krui, Pesisir Barat, hampir dapat dipastikan akan melihat sapi Krui yang berkoloni jalan beriringan. Sapi di sana memang berpostur kecil. Tapi jangan dipandang sebelah mata. Karena sapi Krui punya keistimewaan tersendiri.

    Pesisir Barat (Progres.co.id): DITAKDIRKAN sebagai sapi lokal, sapi Krui atau jawi peghia, memiliki kekhasan yang tidak dijumpai pada sapi jenis lain. Keistimewaan yang dimaksud bisa dilihat dari ketangguhan daya tahannya. Biarpun berukuran mungil, soal imunitas tak ubahnya benteng tebal yang tak mudah ditembus musuh. Sapi Krui memang dikenal tidak mudah terserang penyakit.

    Keistimewaan lain, meski dipelihara dengan kondisi seadanya bahkan acapkali dilepasliarkan, sapi krui tetap mampu berkembang biak layaknya hewan peliharaan lainnya.

    Tak hanya itu, daging sapi Krui juga diakui memiliki kualitas yang baik. Padahal sehari-hari lebih banyak memamah rumput-rumput yang tumbuh liar di banyak tempat. Dengan kata lain, sapi Krui mampu bertahan hidup pada suhu lingkungan yang tinggi, kendati hanya mengonsumsi pakan berkualitas rendah. Bahkan bobot karkasnya masih terbilang bagus, yakni 48,09 persen.

    Untuk diketahui bobot karkas adalah berat ternak yang telah disembelih, dikuliti dan dipisahkan bagian-bagian tertentu, seperti kepala, jeroan serta keempat kakinya.

    Bobot karkas itu diyakini Dian Kurniawati, dosen di Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, bakal bisa ditingkatkan bila dipelihara dengan baik. Dia juga mengatakan, dengan berbagai keistimewaan yang dimiliki, tak heran kalau sapi Krui merupakan plasma nutfah unggulan Lampung.

    Seperti dikutip dari Trubus.id, menurut Dian, penelitian pemetaan gen growth hormon (GH) terhadap bobot tubuh sapi Krui, menunjukkan bahwa sapi itu memiliki gen polimorfik dengan ditemukan tiga macam genotipe. Ketiga genotipe itu yakni CC, CT, dan TT.

    Genotipe CT memiliki rata-rata bobot tubuh atau produksi daging paling besar dibanding sapi dengan genotipe lainnya. Sapi Krui dengan genotipe CT dapat dikembangkan lebih lanjut karena memiliki nilai ekonomis tinggi dengan rata-rata bobot tubuh dan produksi daging yang tinggi. (*)



  • Sebagai langkah antisipasi terhadap maraknya alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan pemukiman, Pemerintah Provinsi Lampung mengusulkan cetak sawah baru. 

    Bandarlampung (Progres.co.id): PERNYATAAN ini sejalan dengan kebijakan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Lampung (KPTPH) yang telah mengusulkan cetak sawah baru seluas delapan ribu hektar ke Kementerian Pertanian. Proyek ini direncanakan untuk dilaksanakan pada tahun 2025 mendatang.

    Ida Rachmawati, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas KPTPH, menyebutkan cetak sawah baru tersebut direncanakan dilakukan di Kabupaten Way Kanan, Mesuji dan Tulang Bawang.

    “Dengan mempertimbangkan aspek kemiringan lahan dan ketersediaan air, ketiga daerah tersebut paling berpotensi karena masih ada tanah yang memungkinkan dicetak sawah baru,” ucapnya, Selasa (22/10/2024).

    Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Lampung juga berupaya menekan laju alih fungsi lahan melalui kebijakan yang lebih ketat. Salah satunya dengan menciptakan Peraturan Daerah (Perda) mengenai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang bertujuan melindungi lahan pertanian dari peralihan menjadi lahan non-produktif. Meskipun begitu, Ida mengakui hingga saat ini belum ada sanksi tegas bagi pelanggar, sehingga alih fungsi lahan masih terjadi di beberapa wilayah.

    “Sayangnya, saat ini belum ada sanksi tegas bagi pelanggar, sehingga masyarakat masih melakukan alih fungsi lahan,” lanjut Ida.

    Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah tengah merancang regulasi yang akan memberikan insentif bagi petani yang mempertahankan lahan pertaniannya, serta disinsentif bagi mereka yang melakukan alih fungsi. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dorongan lebih bagi para petani untuk menjaga lahan mereka tetap produktif.

    Program Nasional Cetak 3 Juta Hektar

    Sejauh ini pemerintah pusat memang sedang mengerjakan proyek cetak sawah dalam skala besar. Upaya ini ditempuh sebagai solusi masa depan dalam mempercepat swasembada dan juga lumbung pangan dunia.

    Mengenai hal ini, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman pernah memaparkan alasan dilakukannya perluasan lahan. “Kenapa harus ada cetak sawah? Sebab tiap tahun ada pertambahan penduduk 3,5 juta. Selama 10 tahun artinya pertambahan 35 juta. Tentunya kita harus persiapkan ketersediaan pangan. Itulah makanya dibuat terobosan mencetak lahan sawah baru,” urainya.

    Sebagai contoh, upaya optimasi lahan pertanian dan cetak sawah telah berjalan di Merauke dengan adopsi mekanisasi pertanian secara baik. Begitu pula dengan pembuatan saluran irigasi bagi lahan-lahan yang selama ini kesulitan air. Setidaknya 40.000 hektare lahan pertanian telah dilakukan optimasi dan berproduksi optimal, dengan tata kelola irigasi yang baik.

    Sedangkan Ketua Task Force Cetak Sawah Kementerian Pertanian, Husnain, mengutarakan pemerintah akan melakukan perluasan areal pertanian melalui Program Cetak Sawah seluas 3 juta hektar. Rencana tersebut akan dilakukan pada tahun 2025-2027. Tujuannya demi mendukung kedaulatan pangan dan lumbung pangan dunia.

    “Saat ini bertambah adanya konflik Timur Tengah. Bila tidak segera diantisipasi sangat mungkin akan berdampak pada pangan dan ekonomi global, termasuk di Indonesia,” kata Husnain.

    Untuk itu, dia menyebut persiapannya perlu dilakukan dari sekarang. Adapun daerah prioritas program tersebut adalah Merauke (Papua Selatan) dan Kalimantan Tengah masing-masing 1 juta hektare, Kalimantan Selatan 500 ribu hektare dan Sumatera Selatan 250 ribu hektare, sisanya (250 ribu hektar) di provinsi lain.



  • Polda Lampung berhasil kembalikan ribuan benih lobster ke habitat aslinya.

    (Progres.co.id): SEBANYAK 149.400 ekor Benih Bening Lobster (BBL) dilepasliarkan ke perairan Pantai Mutun Lempasing pada Jum’at (11/10/2024).

    Selain kepolisian, pelepasliaran ribuan ekor BBL tersebut juga melibatkan berbagai instansi terkait, termasuk Kabid Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung, PSDKP Perwakilan Lampung, serta PPNS DKP Provinsi Lampung.

    Lobster yang dilepasliarkan berasal dari penertiban yang dilakukan pihak kepolisian. Seperti yang dijelaskan Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Umi Fadillah Astutik, penggerebekan terhadap tempat penampungan ilegal BBL dilakukan sehari sebelumnya, Kamis (10/10), sekitar pukul 17.30 WIB.

    “Tim Gakkum Ditpolairud Polda Lampung menemukan ratusan ribu benih lobster di sebuah rumah di Desa Bumi Kencana, Kecamatan Seputih Agung,” ujarnya.

    Dari lokasi tersebut, Polda Lampung berhasil mengamankan 880 ekor benih lobster jenis mutiara dan 148.520 benih lobster jenis pasir yang akan diperdagangkan secara ilegal.

    Penyelundupan benih lobster sering kali terjadi karena tingginya permintaan di pasar internasional. Namun, jika dibiarkan berlanjut, praktik ilegal ini dapat mengancam keberlanjutan ekosistem laut, khususnya populasi lobster di perairan Indonesia.



  • Setiap orang memiliki standar terbaiknya dalam menikmati kopi, baik dari rasa, aroma, maupun cara penyajiannya.

    (Progres.co.id): BERBICARA tentang kopi, Asia dikenal sebagai salah satu penghasil kopi terbaik dunia. Dari dataran tinggi hingga pegunungan tropis, berbagai negara di Asia menghasilkan beragam biji kopi dengan karakteristik rasa yang unik dan tak tertandingi.

    Di antara berbagai jenis kopi yang dihasilkan di Asia, ada tiga biji kopi yang diakui sebagai yang terbaik menurut situs TasteAtlas. Mari kita kenali lebih jauh tentang tiga biji kopi terbaik dari Asia yang wajib dicoba oleh para pecinta kopi!

    1. Kopi Arabika Gayo

    Kopi Arabika Gayo berasal dari Dataran Tinggi Gayo di Aceh Tengah, yang berada di ketinggian 900 hingga 1700 meter di atas permukaan laut. Budidaya kopi ini telah dimulai sejak abad ke-17, dan sejak itu Gayo menjadi pusat kopi berkualitas.

    Ciri khas kopi Gayo adalah aroma rempah yang menggoda, disertai dengan rasa manis yang lembut. Tak heran jika para penikmat kopi di seluruh Asia menempatkannya di posisi puncak. Kopi Gayo tidak hanya unggul di pasar lokal, tetapi juga diakui di kancah internasional berkat kualitasnya yang konsisten. Harganya bervariasi, mulai dari Rp 190.000 hingga Rp 2.300.000 per kilogram, tergantung kualitas dan proses pengolahannya.

    2. Kafae Doi Chaang

    Selanjutnya, dari dataran tinggi Doi Chaang di Thailand, lahir kopi Kafae Doi Chaang yang terkenal dengan cita rasanya yang segar. Kopi ini dikenal karena kandungan kafeinnya yang rendah, namun tetap menghadirkan aroma dan rasa yang kuat.

    Proses pemanggangan biji kopi Kafae Doi Chaang dilakukan dengan cermat untuk mempertahankan keaslian rasa dan kualitas biji kopi. Tak heran jika kopi ini berhasil menduduki posisi kedua di daftar kopi terbaik Asia. Dengan harga Rp 135.000, kopi ini sangat layak untuk dicoba.

    3. Kafae Doi Tung

    Masih dari Thailand, kopi Kafae Doi Tung yang tumbuh di kawasan pegunungan Doi Tung menempati posisi ketiga. Kopi ini dirawat secara khusus oleh para petani lokal, yang memperlambat proses pematangan biji untuk menghasilkan rasa yang seimbang dan kompleks.

    Kafae Doi Tung dikenal memiliki aroma manis dan cita rasa yang sedikit asam, memberikan pengalaman yang unik bagi para pecinta kopi. Dengan harga Rp 117.000, kopi ini menawarkan kualitas tinggi yang patut dicoba.

    Dengan keunikan rasa dan aroma dari ketiga jenis kopi ini, Asia memang pantas disebut sebagai salah satu rumah bagi kopi terbaik dunia. Apakah Anda tertarik mencoba salah satunya?



  • Pj Gubernur Samsudin menaruh perhatian besar terhadap pemberantasan rabies, terutama melalui upaya pencegahan. 

    Bandar Lampung (Progres.co.id): FOKUS perhatian ini sejalan dengan pelaksanaan gelaran Bulan Bakti Peternakan & Keswan serta World Rabies Day (WRD) 2024 yang dihelat Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Lampung.

    Pada kesempatan yang turut dihadiri Pj Gubernur dan Maidawati Retnoningsih, Pj. Ketua TP PKK Provinsi Lampung ini, Kadis Disnakkeswan Lili Mawarti, mengatakan penyelenggaraan peringatan World Rabies Day 2024 dimaksudkan untuk mendorong pembangunan di sektor peternakan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pencegahan dan pengendalian penyakit rabies.

    “Salah satu cara pemberantasan rabies dengan melakukan vaksinasi pada hewan peliharaan,” ungkapnya, di halaman UPTD Balai Pelayanan Keswan, Kesmavet, dan Lab Pakan (BPK2LP) pada Jum’at (18/10/2024).

    Lili juga menyampaikan, selain vaksinasi massal 600 ekor kucing dan anjing, rangkaian kegiatan diawali senam bersama yang diikuti sekitar 300 peserta. Kemudian dilanjutkan donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial kepada sesama yang melibatkan 100 orang peserta.

    Tidak hanya itu, perayaan bulan bakti juga dimeriahkan gelaran bazar produk peternakan, dimana 21 UMKM binaan Disnakkeswan menampilkan produk unggulan mereka. “Produk-produk binaan UMKM yang ditampilkan kali ini telah berhasil memasuki pasar modern. Ini menandakan kemajuan dalam pengembangan sektor peternakan lokal,” kata Lili.

    Kepala Disnakkeswan juga berharap melalui kegiatan bulan bakti ini, pembangunan peternakan dapat ditingkatkan, serta menjamin produk asal hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH). Dengan demikian, status kesehatan hewan di wilayah Provinsi Lampung akan meningkat, dan hasilnya dapat dinikmati oleh masyarakat luas.(*)



  • Masyarakat Provinsi Lampung dapat bernapas lega setelah menerima kabar gembira mengenai peningkatan produksi padi lokal.

    Bandar Lampung (Progres.co.id): PENINGKATAN produksi tersebut sejalan dengan prediksi Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung, dimana produksi Gabah Kering Giling (GKG) diperkirakan akan mencapai 2.813.182 ton pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mampu memproduksi sekitar 2,7 juta ton.

    Ida Rachmawati, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas KPTPH Provinsi Lampung, menjelaskan peningkatan luas area panen menjadi salah satu faktor utama dalam kenaikan produksi padi. Luas area panen pada tahun 2023 tercatat 530 ribu hektare, sementara tahun ini meningkat menjadi 577 ribu hektare.

    “Puncak panen padi terjadi pada bulan April dan Mei,” ungkap Ida. Ia juga merinci produksi padi bulanan, dimana pada Januari, Provinsi Lampung berhasil memanen 18.351 ton dari lahan seluas 3.347 hektare. Pada bulan Oktober mendatang, diperkirakan produksi padi akan mencapai 384.779 ton dengan luas panen 79.542 hektare.

    Di balik kabar baik ini, Ida juga mengingatkan bahwa beberapa daerah di Lampung, seperti Tulang Bawang Barat, masih mengalami kesulitan dalam mendapatkan air. “Kami masih menghadapi tantangan di daerah tertentu,” imbuhnya.

    Peningkatan produksi padi di Provinsi Lampung tahun ini tidak terlepas dari adanya program perluasan areal tanaman dari Kementerian Pertanian yang dijalankan oleh Dinas KPTPH seluas 28.202 hektare. Program ini berfokus pada optimalisasi lahan rawa di empat kabupaten: Mesuji, Tulang Bawang, Lampung Tengah dan Lampung Timur.

    “Dinas KPTPH juga telah menerapkan pompanisasi di hampir semua daerah dan tumpang sisip padi gogo. Meskipun realisasinya masih terbilang minim dengan pencapaian hanya 1.937 hektare dari target awal 4.350 hektare, tapi kami tetap optimis upaya ini akan terus berlanjut,” kata Ida.

    Dengan langkah-langkah yang diambil, harapan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani di Lampung semakin dekat. Peningkatan produksi padi bukan hanya sekadar angka, ini adalah harapan bagi ribuan keluarga petani yang bergantung pada hasil panen mereka.(*)