Pj Gubernur bersama Pj Bupati Pringsewu menanam pohon bambu di lingkungan pemkab.

Gerakan Tanam “Seribu Bambu” di Pringsewu

0 Comments

Dengan raut semringah Pj Gubernur Samsudin secara simbolis menanam bibit pohon bambu di pelataran Kantor Bupati Pringsewu. Seulas senyum juga terlihat mengembang dari wajah Marindo Kurniawan, Pj Bupati Pringsewu, yang turut mendampingi. Agaknya kedua pembesar Pemprov Lampung itu, tengah menaruh harapan untuk membikin pohon bambu merebak ke seantero Pringsewu.

Pringsewu (Progres.co.id): PENANAMAN pohon bambu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan kunjungan kerja Pj Gubernur di Bumi Jejama Secancanan. Momentum ini sekaligus penanda Pemkab Pringsewu mulai masif menggaungkan pelestarian pohon bambu yang menjadi ciri khas daerahnya.

Saat dimintai tanggapan, Pj Gubernur Samsudin mengapresiasi langkah yang ditempuh pemerintahan setempat. “Memang sudah seharusnya ada upaya seperti ini. Terlebih ketika Pringsewu sudah mulai kekurangan pohon bambu. Padahal bambu kan jadi ikon Pringsewu.

Samsudin juga menilai, inisiatif yang digagas Pj Bupati Marindo sejalan dengan harapan Presiden Jokowi agar setiap kabupaten/kota memiliki ciri khas tertentu. “Tidak ada opsi lain bagi ciri khas kabupaten ini, selain pring atau bambu. Apalagi bila dikelola dengan baik bambu dapat dijadikan sebagai penunjang bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat,” kata Pj Gubernur, Kamis (3/10/2024).

Samsudin juga mengingatkan untuk menggerakkan anak muda agar mampu berinovasi dan menciptakan karya kreatif dari bambu. Begitu pula dengan para pedagang yang menjual kerajinan dari bahan bambu.

Sebelumnya Pj Bupati Marindo melalui Surat Edaran No.031/630/U.06/2024 tanggal 17 Juli 2024, mengimbau untuk menanam pohon bambu sebagai hiasan dan ornamen tanaman di lingkungan  kantor. Himbauan ini dialamatkan kepada pimpinan instansi vertikal, kepala perangkat daerah, pimpinan perbankan dan universitas atau lembaga pendidikan.

Edaran juga ditujukan bagi direktur BUMD, PDAM, RSUD dan RS swasta, camat dan kapekon serta Lurah. Kemudian pelaku usaha wisata, hotel dan restoran serta UMKM. “Tidak sekadar menanam tapi juga merawat, menjaga dan menata pohon-pohon bambu sehingga akan terbentuk hutan masyarakat dan tanaman ekonomis,” harap Marindo.

Selain sebagai tanaman hias dan bernilai ekonomis, pohon bambu juga berfungsi meningkatkan volume air tanah, mencegah erosi, serta menyerap karbondioksida dengan baik. (*)

Further reading