Grand Design Ubi Kayu Berkelanjutan, Ini Misi, Tantangan dan Solusinya

0 Comments
Peneliti ubi kayu dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr. Nurul Khumaida. Foto (Humas IPB))

Grand Design Ubi Kayu Berkelanjutan, Ini Misi, Tantangan dan Solusinya

0 Comments

Bandarlampung (Progres.co.id): Pemprov Lampung mulai menyusun Grand Design Ubi Kayu Berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas dan tata kelola komoditas unggulan daerah tersebut.

Penyusunan Grand Design ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah untuk menjadikan ubi kayu sebagai salah satu komoditas unggulan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Grand Design mencakup perencanaan jangka panjang yang berfokus pada pengelolaan sumber daya, peningkatan produktivitas, penguatan pasar, serta pengembangan produk turunan ubi kayu yang berdaya saing yang semuanya bermuara pada peningkatan pendapatan petani.

Secara nasional, Grand Design Ubi Kayu Berkelanjutan merumuskan sejumlah hal, mulai dari Misi, Tantangan dan Solusi. Berikut cakupannya:

Misi

1. Mengembangkan industri ubi kayu yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
2. Meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat sekitar.
3. Menghasilkan produk ubi kayu berkualitas tinggi.

Tujuan

1. Meningkatkan produksi ubi kayu secara berkelanjutan.
2. Mengurangi dampak lingkungan dari produksi ubi kayu.
3. Membangun sistem agribisnis yang efektif dan efisien.
4. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya berkelanjutan.

Strategi

1. Penggunaan teknologi pertanian modern dan ramah lingkungan.
2. Pengembangan varietas ubi kayu yang tahan terhadap hama dan penyakit.
3. Penggunaan sistem irigasi yang efisien.
4. Pengembangan sistem pemasaran yang efektif.
5. Pelatihan dan pendampingan petani.
6. Kerjasama dengan lembaga penelitian dan pengembangan.

Komponen

1. Budidaya Ubi Kayu: penggunaan lahan yang efektif, penggunaan benih berkualitas, dan pengendalian hama.
2. Pengolahan: penggunaan teknologi pengolahan yang modern dan ramah lingkungan.
3. Pemasaran: pengembangan sistem pemasaran yang efektif dan efisien.
4. Kelembagaan: pembangunan lembaga yang mendukung pengembangan industri ubi kayu.

Indikator Keberhasilan

1. Peningkatan produksi ubi kayu.
2. Pengurangan emisi gas rumah kaca.
3. Peningkatan kesejahteraan petani.
4. Peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya berkelanjutan.
5. Pengembangan sistem agribisnis yang efektif dan efisien.

Manfaat

1. Meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat.
2. Mengurangi dampak lingkungan.
3. Meningkatkan produksi ubi kayu.
4. Membangun sistem agribisnis yang efektif dan efisien.
5. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya berkelanjutan.

Tantangan

1. Perubahan iklim.
2. Keterbatasan lahan dan sumber daya.
3. Persaingan pasar.
4. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan petani.
5. Kebijakan pemerintah yang tidak mendukung.

Solusi

1. Penggunaan teknologi pertanian modern.
2. Pengembangan varietas ubi kayu yang tahan.
3. Penggunaan sistem irigasi yang efisien.
4. Pelatihan dan pendampingan petani.
5. Kerjasama dengan lembaga penelitian dan pengembangan.
6. Pengembangan kebijakan yang mendukung.(*)

 

Further reading