Melestarikan ekosistem pesisir merupakan tanggung jawab bersama, terutama di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata. Di pesisir Provinsi Lampung, sebuah program penghijauan besar-besaran diselenggarakan sebagai langkah nyata untuk menjaga kelangsungan hidup lingkungan.
Lampung (Progres.co.id): PROGRAM penanaman 20 ribu bibit pohon mangrove dihelat saat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Marinir ke-79, Selasa (05/11/2024).
Sebelumnya, sebanyak 15 ribu bibit pohon mangrove telah ditanam di Marines Eco Park, Kabupaten Pesawaran pada 23 Oktober lalu. Selanjutnya, menyusul penanaman 5 ribu bibit sisanya juga di lokasi yang sama.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari jajaran Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kabupaten Pesawaran, Brigadir Infenteri (Brigif) 4 Marinir, Hotel Golden Tulip, MNC Grup, serta berbagai perusahaan sponsor, pelajar dan media.
Letkol Victor Penpada, Perwira Staf Intelijen (Pasintel) Brigif 4 Marinir, mengungkapkan penanaman pohon ini bukan sekadar simbol perayaan ulang tahun Korps Marinir, tetapi juga bentuk rasa syukur dan kepedulian Brigif 4 Marinir dan Hotel Golden Tulip terhadap lingkungan.
“Rasa syukur ini kami wujudkan dalam bentuk pelestarian ekosistem pesisir di Provinsi Lampung,” ujarnya. Menurutnya, penanaman mangrove ini tak hanya penting bagi keanekaragaman hayati, tetapi juga sebagai upaya mitigasi dampak perubahan iklim yang dapat mengancam kehidupan di wilayah pesisir.
Samsudin, Penjabat Gubernur Lampung, memberikan apresiasi terhadap program tersebut. Ia mengajak perusahaan lain di wilayah Lampung untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan serupa yang membawa dampak positif bagi lingkungan. “Program pelestarian alam seperti ini sangat penting bagi masa depan lingkungan kita. Saya berharap, perusahaan-perusahaan lain dapat mencontoh langkah ini sebagai bagian dari tanggung jawab sosial mereka,” katanya.
Senada dengan itu, General Manager Hotel Golden Tulip, Hengki Trikusuma, menyoroti peran penting mangrove sebagai benteng alami yang melindungi garis pantai dari abrasi. “Mangrove adalah perlindungan alami bagi pesisir. Dengan adanya hutan mangrove yang sehat, kita memiliki benteng yang kuat dari ancaman abrasi dan perubahan iklim,” tuturnya.
Program penanaman mangrove menjadi momentum penting untuk menunjukkan kepedulian lintas sektoral dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir Lampung. Melalui langkah nyata ini, diharapkan kesadaran masyarakat dan perusahaan akan semakin tinggi untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan lingkungan bagi generasi mendatang.(*)








