Prabowo Usulkan Tentara “Kembali” Angkat Pacul

0 Comments

Keberadaan tentara di era Presiden Soeharto pernah mengemban dwi fungsi ABRI. Salah satu aktivitasnya menggelar program AMD atau ABRI Masuk Desa. Kini, TNI kembali menjajaki untuk turun ke desa. Terutama berpartisipasi dalam bidang pertanian.

Jakarta (Progres.co.id): KESERIUSAN TNI untuk berkontribusi mendukung program pemerintah dalam produksi pangan ditunjukkan melalui pembentukan Batalion Infanteri Penyangga Daerah Rawan (Yonif PDR). Langkah ini diawali dengan menggelar penugasan di wilayah Papua. Setidaknya terdapat lima batalion yang sudah dipersiapkan.

Seperti disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Menurutnya, Yonif PDR memiliki spesifikasi tertentu, termasuk Batalion Konstruksi dan Batalion Produksi. “Tugas awal kita akan melaksanakan program pertanian di wilayah Papua, dan batalion-batalion ini akan membantu bersama Kementerian Pertanian serta masyarakat setempat untuk bertanam, khususnya padi,” ungkap Panglima di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Rabu (2/10/2024).

Dia menambahkan, tujuan utama pembentukan Yonif PDR adalah untuk membantu program pemerintah, terutama di daerah yang memerlukan percepatan pembangunan. Khususnya memulai program ketahanan pangan. “Di Merauke, kita sudah tanam 1.059 hektar dan mungkin akhir bulan ini sudah panen,” tambahnya.

Sementara Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menjelaskan, personel TNI yang tergabung dalam Yonif PDR akan dibekali ilmu pertanian.

“Nanti ada Bintara khusus yang semenjak pendidikan militernya sambil dibekali ilmu pertanian. Bintara Khusus ini akan masuk ke dalam kompi-kompi produksi dan mengajarkan masyarakat Papua dalam pertanian,” jelas Maruli, seraya mengatakan, ide pembentukan Yonif PDR berasal dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. (dbs)

Further reading