Program makan siang gratis yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto menjadikan susu segar sebagai salah satu komponen utama. Namun, Lampung belum mampu memproduksi susu segar secara optimal. Tak pelak ditengarai belum mampu memenuhi kebutuhan program ini secara mandiri.
Lampung (Progres.co.id): HAL ini disampaikan oleh Penjabat Gubernur Lampung, Samsudin, dalam sambutannya di acara penanaman 20 ribu bibit pohon mangrove di Marines Eco Park, Kabupaten Pesawaran, Selasa (05/11/2024).
Samsudin menekankan pentingnya Lampung memiliki ketahanan produksi susu segar agar tidak terus bergantung pada provinsi lain.
“Kondisi pangan kita sebenarnya sangat baik, lebih dari 50 persen kebutuhan pangan dan tanaman pangan di Lampung berjalan optimal,” ujar Samsudin. Menurutnya, sektor peternakan di Lampung, khususnya sapi penghasil daging, cukup berkembang. Sayangnya, belum ada fokus pada peternakan sapi perah yang menghasilkan susu segar.
Situasi ini, lanjutnya, harus menjadi perhatian bersama. “Hal inilah yang harus kita waspadai. Jika kita hanya mengandalkan kiriman susu segar dari provinsi lain, ini tentu kurang ideal. Provinsi lain juga memiliki keterbatasan karena mereka perlu memenuhi kebutuhan untuk program makan siang gratis di wilayah masing-masing,” jelas Samsudin.
Sebagai langkah konkret, Pj Gubernur mengajak para pengusaha di Lampung untuk memanfaatkan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) yang sejalan dengan kebutuhan pemerintah. “Mulailah jalankan program CSR yang bisa mendukung kebijakan pemerintah. Dengan cara ini, kita bisa berkontribusi langsung dalam upaya pemenuhan gizi anak-anak kita,” ujarnya.
Samsudin berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan oleh para peternak di Lampung untuk mulai mengembangkan peternakan sapi perah sebagai produsen susu segar lokal. Dalam mempersiapkan hal tersebut ia menegaskan akan terus memantau perkembangan dari setiap kabupaten di Lampung.(*)







