Tag: cabai rawit


  • Kenaikkan harga kelompok makanan, minuman dan tembakau diprediksi masih menjadi faktor pembentuk inflasi di Lampung pada Februari 2025. Salah satunya cabai rawit yang harganya sampai hari ini tak kunjung turun.

    Bandarlampung (Progres.co.id): Tingkat inflasi tahunan Lampung pada Februari 2025 diperkirakan beda tipis dengan inflasi Januari yang mencapai 1,04 persen.

    Meski ada gejala kenaikkan harga berbagai komoditas pada Januari, pada Februari relatif tertahan sekalipun harganya masih tetap tinggi. Faktor harga yang cenderung bertahan pada Februari 2025 sedikit banyaknya masih tertolong dari diskon tarif listrik pada Januari.

    Salah satu komoditas yang tak kunjung turun tersebut adalah cabai rawit. Berdasarkan data  harga pada Feb 28, 2025 di Pasar Gintung  yang dikelola Disperindag Provinsi Lampung melaporkan harga cabai rawit masih bertahan Rp75.000/kg.  Bahkan harga cabai setan ditawarkan Rp90 ribu sampai Rp100.000/kg.

    Diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung melaporkan telah terjadi kenaikkan harga berbagai komoditas pada Januari 2025 hingga menimbulkan inflasi year on year (yoy) sebesar 1,04 persen dan deflasi month to month (mtm) sebesar 0,71 persen.

    BPS menyebutkan bahwa inflasi Januari 2025 dipicu oleh kenaikkan harga kelompok makanan, minuman dan tembakau hingga mengalami inflasi sebesar 4,08 persen (yoy) dan 0,52 persen (mtm). Sebelumnya pada Desember 2024, kelompok ini mengalami inflasi 1,83 persen (yoy) dan 0,43 persen (mtm).

    Secara umum BPS Lampung merinci sejumlah komoditas makanan yang dominan menyumbangkan inflasi pada Desember 2024 dan Januari 2025, yakni kopi bubuk, bawang merah, cabai rawit, daging ayam ras, minyak goteng, bawang putih, makanan hewan peliharaan, telur ayam ras, cumi-cumi, nasi dengan lauk, bayam, udang basah, dan gula pasir, es, kangkung, kacang panjang, wortel,tomat, ikan kembung, ikan lele, dan ikan gabus.

    Inflasi Nasional

    Perkiraan inflasi yang relatif rendah pada Februari 2025 juga disampaikan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI). Lembaga ini memprediksi tingkat inflasi secara tahunan atau year-on-year pada Februari 2025 akan lebih rendah dari Januari 2025.

    Pada bulan lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan nasional sebesar 0,76 persen. LPEM UI memperkirakan tingkat inflasi secara tahunan pada Februari 2025 bisa menyentuh angka 0,70 persen. Prediksi itu disampaikan oleh peneliti LPEM FEB UI, Chaikal Nuryakin, dalam laporan “Seri Analisis Makroekonomi” pada Rabu, 5 Februari 2025.(*)