Tag: Dinas BMBK

  • Kadis BMBK Lampung Taufiqullah Infrastruktur Jalan Kunci Ketahanan Pangan, Wujudkan Indonesia Emas 2045 - Yopie Pangkey.webp

    Pembangunan infrastruktur jalan turut mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi. Dengan memprioritaskan perbaikan jalan di wilayah padat penduduk, Dinas BMBK Provinsi Lampung berupaya memastikan distribusi pangan lancar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.

    Bandarlampung (Progres.co.id): Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, Taufiqullah, menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur jalan sebagai upaya mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi lokal. Hal ini ia sampaikan dalam menanggapi arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

    Menurut Taufiqullah, ketahanan pangan dimulai dari akses yang memadai ke sumber bahan pangan.

    “Jika kita ingin menciptakan generasi dengan gizi yang lebih baik dan menghilangkan stunting, langkah awalnya adalah memastikan kebutuhan pangan dapat terpenuhi dengan baik. Itu dimulai dari infrastruktur jalan yang mendukung distribusi pangan dari desa ke kota,” kata Taufiqullah kepada Progres.co.id di Bandarlampung, Kamis (9/1/2025)

    Presiden Prabowo sebelumnya menyampaikan bahwa kesejahteraan masyarakat harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia menekankan pentingnya gizi yang lebih baik bagi generasi mendatang agar tidak ada lagi kasus stunting di Indonesia.

    “Makanannya harus berkualitas, gizinya harus lebih baik dari generasi sebelumnya. Untuk itu, daerah-daerah dengan populasi ekonomi lemah perlu mendapat prioritas pembangunan,” kata Taufiqullah.

    Jalan Rusak Berat di Wilayah Padat Penduduk Jadi Prioritas

    Mendukung Asta Cita yang diusung Presiden Prabowo, Taufiqullah menjelaskan bahwa pihaknya akan menyusun strategi pembangunan infrastruktur jalan berdasarkan data statistik per kecamatan.

    “Kita akan memprioritaskan perbaikan jalan yang rusak di daerah dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi. Dengan jalan yang layak, distribusi bahan pangan bisa berjalan lancar. Ini juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” jelasnya.

    Pembangunan infrastruktur ini, lanjut Taufiqullah, akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Selain memperbaiki distribusi pangan, infrastruktur yang baik juga akan membuka akses bagi sektor pertanian dan ekonomi lainnya.

    “Ketahanan pangan erat kaitannya dengan sumber pangan. Infrastruktur jalan yang baik memungkinkan petani dan pelaku usaha lokal untuk lebih mudah mengirimkan produk mereka ke pasar,” tambahnya.

    Pengelolaan Dana dan Perencanaan Prioritas

    Menanggapi tantangan pengelolaan dana pembangunan jalan, Taufiqullah menyatakan bahwa Dinas BMBK akan melakukan alokasi anggaran secara efektif.

    “Kami akan menyusun prioritas ruas jalan mana saja yang perlu diperbaiki terlebih dahulu. Semua jalan itu penting, tetapi mana yang paling mendesak, itu yang akan kita dahulukan,” katanya.

    BMBK juga akan memastikan bahwa pembangunan ini tetap mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

    “Kami pro pada pertumbuhan ekonomi, tetapi yang lebih utama adalah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Dengan jalan yang baik, perekonomian akan tumbuh secara berkesinambungan,” tutupnya.


  • Kadis BMBK Taufiqullah Kemantapan Jalan Provinsi 78 47 persen Distribusi Hasil Pertanian Lampung Lancar - Yopie Pangkey

    Kemantapan jalan provinsi di Lampung tercatat 78,47% pada Januari 2025, turun tipis 0,17% dari Desember 2023. Angka ini jauh lebih baik dibanding potensi penurunan kualitas hingga 4%, sehingga infrastruktur tetap mendukung distribusi hasil pertanian dan ketahanan pangan.

    Bandarlampung (Progres.co.id): Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, Taufiqullah, mengungkapkan bahwa tingkat kemantapan jalan provinsi di Lampung mengalami penurunan kecil pada awal tahun ini.

    Saat ini, kemantapan jalan berada di angka 78,47%, turun sebesar 0,17% dibandingkan Desember 2023 yang mencapai 78,64%. Meski demikian, kondisi keseluruhan jalan masih dinilai baik.

    Menurut Taufiqullah, penurunan tipis ini masih jauh lebih baik dibandingkan rata-rata penurunan kualitas jalan dari kategori “mantap” menjadi “kurang mantap”, yang biasanya mencapai 4%.

    “Dari total panjang jalan provinsi 1.700 kilometer, kami tetap berupaya mempertahankan kemantapan jalan agar mendukung aktivitas masyarakat, khususnya dalam sektor ekonomi,” terang Taufiqullah kepada Proges.co.id di kantornya, Selasa (7/1/2025).

    Jalan Provinsi dan Ketahanan Pangan

    Taufiqullah juga menekankan pentingnya peran infrastruktur jalan dalam mendukung ketahanan pangan. Lampung sebagai salah satu lumbung pangan nasional menghasilkan komoditas utama seperti padi, jagung, singkong, dan daging.

    “Aksesibilitas yang baik dari sentra produksi ke pasar sangat menentukan distribusi hasil pertanian dan perkebunan. Oleh karena itu, pembangunan dan perbaikan jalan harus menjadi prioritas bersama,” jelasnya.

    Saat ini, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lampung tengah menyusun rencana kolaborasi untuk pembangunan dan perbaikan jalan di Lampung. Rencana ini melibatkan pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota, dengan pembagian tugas yang jelas.

    “Misalnya, jika fokusnya pada akses hasil pertanian dan perkebunan, pemerintah pusat akan bertanggung jawab apa. pemerintah provinsi bertanggung jawab apa, dan kabupaten/kota menangani apa,” tambahnya.

    Prioritas Infrastruktur untuk Masa Depan

    Selain mendukung ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur jalan juga diarahkan untuk menunjang sektor pariwisata, perdagangan, dan konektivitas antarwilayah.

    Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk menjaga kualitas jalan, terutama pada jalur-jalur yang menjadi penghubung utama ke kawasan padat penduduk dan kawasan penduduk kurang mampu.

    “Dengan pendekatan kolaboratif dan fokus pada kebutuhan prioritas, diharapkan kemantapan jalan provinsi di Lampung dapat terus terjaga, bahkan meningkat kedepannya,” tutup Taufiqullah.



  • Pembangunan infrastruktur sering kali identik dengan perubahan besar pada tataran lingkungan. Namun, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Lampung menunjukkan bahwa pembangunan dan pelestarian lingkungan bisa berjalan beriringan. Dalam rangka Hari Jalan Nasional 2024, mereka menggelar aksi tanam 300 pohon tabebuya di sepanjang jalur menuju Kota Baru.

    Lampung Selatan (Progres.co.id): KEPALA Dinas BMBK Lampung, Muhammad Taufiqullah menjelaskan pembangunan infrastruktur, meski memberikan manfaat besar, juga punya dampak negatif terhadap lingkungan. Karena itu, pelaksanaan program penghijauan dianggap penting untuk menjaga keseimbangan alam.

    “Penanaman pohon ini adalah upaya kami untuk memperbaiki lingkungan di sekitar jalan yang dibangun. Yang harus diperhatikan, infrastruktur  itu bukan cuma soal jalur penghubung, tapi juga dampaknya ke lingkungan,” ujar Taufiqullah usai melaksanakan kegiatan tanam pohon dan jalan sehat di Exit Tol Kota Baru, Lampung Selatan, Jum’at (20/12/2024).

    Pohon Tabebuya ditanam di Sepanjang Jalur Menuju Kota Baru, Jum’at (20/12), Foto: Progres.co.id

    Taufiqullah mengatakan, pohon tabebuya dipilih karena kemampuan adaptasinya yang tinggi dan keindahannya yang menyerupai bunga sakura Jepang. Ia meyakini, keberadaan pohon-pohon ini tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga mempercantik kawasan Kota Baru.

    “Kami ingin memastikan pembangunan jalan tidak mengorbankan alam. Kegiatan hari ini menjadi simbol kalau pembangunan bisa berdampingan dengan pelestarian lingkungan,” katanya.

    Lebih jauh, Taufiqullah menyebut pohon-pohon ini sebagai warisan bagi generasi mendatang. “Kita harus berpikir jangka panjang. Pembangunan ini harus mendukung pertumbuhan ekonomi tanpa merusak alam. Generasi berikutnya berhak menikmati lingkungan yang asri,” tutupnya.(*)