Tag: Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Lampung


  • Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura (DKPH) Provinsi Lampung terkait tingkat kerusakan (rusak ringan, sedang atau gagal panen).  Kepada Progres.co.id, Pj Gubernur Lampung Samsudin meminta DKPH Lampung segera mendata dan membuat  laporan.

    Bandarlampung (Progres.coid): Ribuan hektare lahan sawah di Lampung dilaporkan terendam banjir setelah daerah ini diguyur hujan pada Jumat (17/01/2025).

    Berdasarkan data sementara BPBD Lampung, lahan sawah yang terendam di Lampung Tengah seluas  81 hektare di Kecamatan Bekri. Seluas 18 hektare ladang dilaporkan juga ikut terdampak. Sedangkan di Kabupaten Lampung Selatan seluas 146 hektare, terjadi di Kecamatan Candipuro.

    Di Kabupaten Lampung Timur terjadi Kecamatan Waway Karya  seluas 1.478 hektare, Kecamatan Bumi Agung 10 hektare, Kecamatan Jabung 1.198,80 hektare, Kecamatan Pasir Sakti 858 hektare, dan Kecamatan Mataram Baru 169 hektare, Kecamatan Waway Karya 1.478 hektare, Kecamatan Bumi Agung 10 hektare, Kecamatan Jabung 1.198,80 hektare, Kecamatan Pasir Sakti 858 hektare, dan Kecamatan Mataram Baru 169 hektare.

    Di Kabupaten Pringsewu, berdasarkan data sementara Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu lahan persawahan yang terdampak banjir mencapai 793,5 hektare. Terjadi di Kecamatan Gadingrejo seluas 320 hektare, Kecamatan Ambarawa seluas 445 hektare, Kecamatan Banyuwangi 4 hektare, dan Kecamatan Sukoharjo seluas 28,5 hektare.(*)

     



  • Lampung telah mengusulkan cetak sawah baru seluas 33 ribu hektare. Lahannya sudah dipersiapkan sejak 2024, namun finalisasinya masih menunggu keputusan  dari Kementerian Pertanian RI.

    Bandarlampung (Progres.co.id): Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Bani Ispriyanto menegaskan Provinsi Lampung belum mendapatkan program cetak sawah baru dari pemerintah pusat.

    “Lampung belum mendapat program cetak sawah baru. Kementan masih fokus untuk wilayah Merauke dan Kalimantan,” tulisnya lewat pesan singkat, Minggu (29/12/2024).

    Kendati demikian, Bani menjelaskan, Pemerintah Pemprov Lampung telah mengusulkan cetak sawah baru seluas 33 ribu hektare untuk mendukung tercapainya swasembada pangan di provinsi ini.

    Usalan cetak sawah baru tersebut diarahkan di Tulangbawang, Way Kanan, Lampung Tengah, Lampung Timur, Mesuji dan Lampung Selatan.

    Sejauh ini, bebernya, pihaknya telah mempersiapkan lahan rawa seluas 28 ribu hektare sejak 2024 dan akan terus dioptimalisasi sampai 2025 untuk menjadi areal persawahan baru.

    Lahan cetak sawah baru tersebut sebagian besar masih dalam proses identifikasi lahan. Sekitar 8.000 hektare sebentar lagi rampung.

    Proses identifikasi lahan sawah baru dilakukan hati-hati. Lahan mesti bebas dari sengketa hukum dan tidak sedang digunakan untuk kegiatan apapun.

    “Lahan mesti ‘clear’ dan ‘clean’, artinya lahan tidak bersengketa. Persawahan baru mesti berkelanjutan, artinya jangan sampai beralih fungsi di kemudian hari,” ujarnya.(*)