Kabupaten Pringsewu sedang bersiap menjadi tuan rumah Pekan Daerah (PEDA) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII. Kegiatan tersebut dipandang strategis karena merupakan momentum untuk meningkatkan kesejahteraan petani, menggali potensi daerah, dan memperkenalkan produk unggulan lokal.
Pringsewu (Progres.co.id): DEMI kesuksesan kegiatan yang akan berlangsung pada 10 hingga 15 Juni mendatang, digelar rembuk harian KTNA di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu yang dihadiri oleh Ketua KTNA Provinsi Lampung sekaligus anggota DPR RI, H. Hanan A. Rozak.
Selain itu pada rembuk yang diikuti Ketua KTNA dari seluruh kabupaten di Provinsi Lampung ini, turut hadir pula Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Pringsewu, Masykur. Kemudian Kepala Dinas KPTH Provinsi Lampung yang diwakili Ratna Gustin Pancaswati selaku Kepala UPTD Balai Penyuluhan dan Pelatihan, serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu, Siti Litawati.
“PEDA XVII ini diharapkan dapat menjadi ajang diskusi produktif untuk mengatasi tantangan yang dihadapi para petani dan pelaku sektor pertanian,” ujar Masykur dalam sambutannya, Rabu (15/1/2025).
Dia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, KTNA dan masyarakat untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di sektor pertanian.
“Kami siap mendukung penuh segala persiapan dan kegiatan PEDA mndatang,” katanya, seraya berharap semoga kegiatan tersebut dapat memberi manfaat besar bagi petani serta masyarakat Kabupaten Pringsewu.
Sementara Hanan A. Rozak menyampaikan terima kasih terhadap pemerintah setempat atas segala dukungan. “Kami optimis PEDA ini akan menjadi wadah strategis bagi petani dan nelayan untuk berbagi pengalaman, memperkuat jaringan, serta meningkatkan kualitas sektor pertanian di Lampung,” katanya.
Pada kesempatan sebelumnya, Hanan menyampaikan bahwa KTNA memiliki tanggungjawab dan harus berperan aktif membantu persoalan petani, termasuk persoalan rendahnya harga ubi kayu atau singkong yang sedang menjadi sorotan publik belakangan ini.
“Memang sekarang pemerintah dan anggota dewan sedang mencari solusi terbaik. Tapi mesti dipertimbangkan pula, menaikkan harga singkong dan menjaga stabilitas harganya bisa dilakukan dengan strategi atau politik pertanian. Dimana perlu dijaga keseimbangan supply-demand singkong. Caranya dengan menekan jumlah produksi agar tidak over supply,” papar Hanan.(*)

