Tag: HPP Jagung


  • Perkembangan harga jagung kering pipilan di Lampung mengalami anomali harga yang cukup tajam dan masih tetap di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp5.500/kg. Situasi terburuk terjadi di Lampung Tengah. Harga jagung petani di daerah sentra produksi jagung terbesar di Lampung ini hanya dihargai Rp3.800/kg.

    Bandarlampung (Progres.co.id): Panel Harga Badan Pangan Nasional ((Bapanas) tanggal 20 Februari 2025 melaporkan harga rata-rata jagung kering  pipilan di Lampung sebesar Rp4.740/kg atau 13,82 persen di bawah HPP Rp5.500/kg.

    Harga tertinggi terjadi di Lampung Selatan, yakni sebesar Rp5.450/kg. Sementara harga terendah di Lampung Tengah Rp3.800/kg. Anomali harga antar wilayah ini sudah terjadi cukup lama hingga membentuk jurang yang tajam di tengah situasi perkembangan harga yang tidak pernah menyentuh HPP Rp5.500/kg.

    Pergerakkan harga jagung di Lampung untuk bisa menembus HPP bergerak sangat lamban. Meski ada kenaikan 11,45 persen di banding harga rata-rata minggu seharga Rp4.263/kg, pergerakan harga jagung kering pipilan di Lampung justru masih minus 4,45 persen dibanding harga rata-rata bulan lalu yang mencapai Rp4.961/kg.

    Secara nasional, harga rata-rata jagung kering pipilan di tingkat petani memang masih ‘babak belur’. Bapanas mencatat per 20/02/2025 seharga Rp4771/kg atau sedikit di atas harga rata-rata di Lampung. Harga terendah nasional terjadi di Gorontolo sebesar Rp4.075/kg. Tertinggi di Nusa Tenggara Timur Rp6.000/kg. Diketahui, Provisi Lampung dan Gorontalo merupakan daerah penghasil jagung terbesar di Indonesia.

    Hal ini menunjukkan bahwa tujuan pemerintah menaikkan HPP jagung dari Rp5.000/kg menjadi Rp5.500/kg belum berhasil menyejahteraan petani jagung.

    Dengan kondisi kejatuhan harga jagung yang masih di bawah HPP dan Harga Acuan Pembelian Tingkat Produsen (HAP),  Bapanas telah menetapkan komoditas jagung dengan status waspada bersama 3 komoditas lainnya, yakni  Ayam Ras Pedaging (Hidup), Telur Ayam Ras, dan  GKP Tingkat Petani.

    (*)



  • Harga jagung pipilan kering di tingkat produsen atau petani di Lampung masih terpuruk di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp5.500/kg.

    Bandarlampung (Progres.co.id): Berdasarkan panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga jagung pipilan di Lampung masih berfluktuasi di bawah Rp5.000/kg.

    Dalam laporannya, Bapanas menyebutkan harga jagung di tingkat petani pada Selasa, 18 Februari 2025 rata-rata Rp4.670/kg. Harga terendah berada di sentra produksi Lampung Tengah seharga Rp3.375/kg. Sedangkan harga tertinggi di Lampung Selatan Rp5.300/kg.

    Merujuk dari laporan Bapanas dapat disimpulkan perkembangan harga jagung tingkat petani di Lampung bergerak sangat lamban. Bahkan menunjukkan anomali harga yang semakin curam dibanding perkembangan harga di tingkat konsumen.

    Keterpurukan dan anomali harga tersebut dapat dijelaskan dengan membandingkan harga jagung pipilan petani pada periode 05/02/2025 sampai 10/02/2025 tercatat berada dalam rentang Rp3.950/kg sampai Rp4.180/kg.

    Sementara harga rata-rata jagung pipilan kering di tingkat peternak pada Selasa, 18 Februari 2025, tercatat Rp6.017/kg. Harga terendah di Pringsewu Rp5.500/kg dan tertinggi di Kota Metro Rp6.800/kg.

    Dibanding periode 05/02/2025 sampai 10/02/2025, harga jagung di tingkat peternak menunjukkan perkembangan yang lebih baik dibanding harga di tingkat petani. Sebelumnya, pada periode ini harga tertinggi tercatat Rp6.383/kg pada 7 Februari 2025 dan terendah Rp5.783/kg pada 06 Februari 2025.

    Sesuai Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 18 Tahun 2025 tentang pemberlakuan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) jagung di tingkat petani ditetapkan sebesar Rp5.500/kg.

    Sesuai regulasi, Perum Bulog wajib menyerap hasil panen petani jagung sesuai HPP Rp5.500/kg. Ditegaskan, penugasan penyerapan jagung petani bertujuan untuk memperkuat stok Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) dan menjaga stabilitas harga dan mendukung kesejahteraan petani.

    Menurut Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi dengan HPP sebesar Rp5.500/kg, pemerintah berharap ada keseimbangan harga jagung di tingkat produsen dan konsumen.

    Menyikapi masih rendahnya harga jagung tingkat petani di Lampung, Pimpinan Perum Bulog Kantor Wilayah Lampung Nurman Susilo mengatakakan pihaknya tetap mendasari harga pembelian seharga Rp5.500/kg.

    “Kami terus mengupayakan penyerapan hingga harga harga jagung petani bisa mencapai minimal sesuai HPP. Kita upayakan menyerap lebih banyak lagi jagung petani,” katanya, Selasa, 11 Februari 2025.(*)



  • Harga jagung pipilan kering tingkat produsen di Lampung masih tertekan jauh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp5.500/kg.

    Tabel Perkembangan Harga Jagung Pipilan Kering tingkat produsen di Lampung. Sumber Panel Harga BAPANAS

    Bandarlampung (Progres.co.id): Berdasarkan panel harga Badan Pangan Nasional, harga jagung pipilan di Lampung masih berfluktuasi dalam rentang tertinggi Rp4.180/kg dan terendah Rp3.950/kg selama periode 05/02/2025 sampai 10/02/2025. Harga tertinggi terjadi pada 07 Februari 2025 dan terendah pada 06 Februari 2025.

    Sementara harga jagung pipilan kering di tingkat peternak pada periode yang sama berada dalam rentang terendah Rp5.783/kg dan tertinggi Rp6.383/kg. Harga tertinggi terjadi pada 7 Februari 2025 dan terendah pada 06 Februari 2025.

    Sesuai Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 18 Tahun 2025 tentang pemberlakuan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) jagung di tingkat petani ditetapkan sebesar Rp 5.500/kg.

    Dengan terbitnya aturan ini, Perum Bulog wajib menyerap hasil panen petani jagung sesuai HPP. Penyerapan ini bertujuan memperkuat stok Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) dan menjaga stabilitas harga dan mendukung kesejahteraan petani.

    Menurut Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi penetapan HPP bertujuan untuk melindungi petani dari fluktuasi harga yang merugikan.

    “Dengan HPP sebesar Rp5.500 per kg, kami berharap keseimbangan antara produsen dan konsumen tetap terjaga,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat, 7 Februari 2025.

    Menyikapi masih rendahnya harga jagung Lampung, Pimpinan Perum Bulog Kantor Wilayah Lampung Nurman Susilo mengatakakan pihaknya segera melakukan penyerapan.

    “Segera kita turun menyerap jagung petani,” katanya, Selasa, 11 Februari 2025.

    Proyeksi Produksi Jagung

    Berdasarkan Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS), proyeksi produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen pada triwulan pertama 2025 dapat mengalami peningkatan 1,4 juta ton atau 41,38 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    Rinciannya, pada Januari 2025 produksi jagung diproyeksi mencapai 1,33 juta ton, Februari 1,39 ton, dan Maret 2,08 juta ton. Total dalam triwulan pertama menjadi 4,81 juta ton.

    Sedangkan pada triwulan 2024 lalu, total produksi jagung sebesar 3,40 juta ton, dengan Januari 2024 di angka 512 ribu ton, Februari di 838 ribu ton, dan Maret 2,05 juta ton.

    Dengan adanya eskalasi signifikan produksi jagung dalam negeri, Arief mengatakan, pemerintah berkomitmen menyerap jagung guna mempertebal stok CJP yang dikelola oleh BUMN pangan.

    Hasil produksi petani jagung ini, ujar dia, harus diserap oleh Bulog menjadi cadangan pangan nasional.

    Untuk memperkuat stok Cadangan Jagung Pemerintah (CJP), Bulog ditargetkan menyerap 1 juta ton jagung pipilan kering pada tahun 2025 atau sekitar 5,8 persen dari total proyeksi produksi jagung nasional sebesar 17,7 juta ton.

    Sementara untuk target penyaluran berupa SPHP jagung sebesar 250 ribu ton pada tahun 2025.(*)