Tag: kopi robusta


  • Kopi, minuman sejuta umat, kini sedang menghadapi “krisis harga”. Para pecinta kopi harus bersiap merogoh kocek lebih dalam, karena pengamat memprediksi harga biji kopi akan naik signifikan pada 2025. Bahkan, tanda-tandanya sudah mulai terlihat di beberapa kafe yang mematok harga 3 persen lebih mahal dari harga sebelumnya.

    (Progres.co.id): BRASIL, sebagai salah satu penghasil kopi terbesar dunia, sedang bergulat dengan perubahan iklim ekstrem. Chowhound, dalam laporannya menyebutkan tanaman kopi idealnya tumbuh pada suhu 21-26 derajat Celsius.

    Namun, cuaca yang semakin tak menentu membuat produksi kopi di negara ini terganggu. “2024 menjadi tahun dengan harga kopi tertinggi dalam 50 tahun terakhir di Brasil,” ungkap Chowhound, Minggu (22/12/2024).

    Krisis ini tidak hanya terjadi di Brasil. Vietnam, negara pemasok 17 persen kebutuhan kopi dunia, juga melaporkan lonjakan harga hingga 50 persen. Padahal, mayoritas kopi yang mereka tanam adalah kopi robusta yang biasanya lebih mudah dirawat dibanding kopi arabika.

    Dikutip dari laman detikFood, Lembaga statistik internasional, Statista, memprediksi kenaikan harga kopi akan terus berlanjut. Kopi robusta, yang biasanya lebih murah, kini hanya berselisih 20 hingga 30 persen dari harga kopi arabika.

    Pergeseran Kualitas di Pasar Kopi

    Menurunnya produksi biji kopi berdampak langsung pada kualitas bahan baku. Produsen kopi instan, misalnya, mulai mengganti biji kopi berkualitas tinggi dengan grade yang lebih rendah demi menekan biaya produksi.

    Kondisi serupa juga terjadi pada industri kuliner. Produsen kue dan roti yang biasanya menggunakan campuran kopi berkualitas tinggi kini beralih ke bahan berkualitas menengah hingga bawah karena tidak ingin harga jual produk mereka meningkat tajam.(*)



  • Sebagai penghasil kopi robusta terbesar kedua di Indonesia, setelah Sumatera Selatan, tidak mengherankan bila kopi lokal ini mampu melanglang buana hingga mancanegara. Terakhir, ekspansi kopi robusta Lampung merambah ke Mesir.

    Jakarta (Progres.co.id): KABAR gembira tersebut seperti disampaikan pihak PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). “Kita mengekspor kopi robusta Lampung ke Mesir. Jumlahnya dari waktu ke waktu terus meningkat,” kata Direktur Utama PT PPI, S. Hernowo dalam keterangan tertulis, Kamis (5/12/2024).

    Dirinya menambahkan, dalam dua bulan terakhir, PPI telah mengekspor biji kopi robusta Lampung sebanyak 79,2 ton. Hernowo berharap, melalui langkah tersebut dapat meningkatkan penetrasi kopi Indonesia di pasar global.

    “Kami juga berharap terobosan ini mampu memberi dampak langsung bagi petani kopi di Lampung. Dimana ekspor ke Mesir jelas membawa peningkatan nilai ekonomi terhadap kopi robusta Lampung,” ungkapnya.

    Sebagai informasi, menurut data BPS tahun 2022, Lampung menempati posisi kedua sebagai produsen kopi terbesar di Indonesia. Adapun total produksi mencapai 1.110,7 ribu ton. Dalam perkembangannya produksi kopi di Lampung cenderung stabil dengan fluktuasi yang tidak terlalu signifikan.

    Sementara secara nasional, produksi kopi Indonesia mencapai puncaknya pada 2022 dengan 771 ribu ton. Merujuk data Departemen Pertanian Amerika Serikat (AS) USDA, Indonesia merupakan produsen kopi terbesar ke lima di dunia dengan total kontribusi sekitar 5%. Indonesia hanya kalah dari Brazil, Vietnam, Colombia dan Ethopia.(*)