Tren wisata alam petualangan di Lampung diprediksi meningkat pada 2025. Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mendukung perkembangan ini dengan menyiapkan SDM pariwisata berkualitas melalui program studi perjalanan wisata, laboratorium pariwisata, dan kerja sama strategis untuk mendukung sektor pariwisata daerah.
Bandarlampung (Progres.co.id): Tren wisata alam petualangan di Provinsi Lampung diperkirakan akan terus meningkat pada tahun 2025. Potensi wisata seperti pendakian gunung, trekking hutan, canyoning, river tubing, ekowisata agroforestri, semakin diminati wisatawan lokal maupun mancanegara.
Menyikapi perkembangan ini, Program Studi Perjalanan Wisata (PW) Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mendukung penuh pengembangan sektor ini dengan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan terlatih.
Kepala Laboratorium Program Studi Perjalanan Wisata Polinela periode 2025-2029 yang baru saja diangkat, Enggar Dwi Cahyo, menjelaskan bahwa Polinela telah mengambil langkah konkret dalam mencetak SDM unggul di bidang pariwisata.
“Program studi D3 Perjalanan Wisata di Polinela berdiri sejak tahun 2019. Dan kami memiliki Laboratorium Prodi Perjalanan Wisata yang menyiapkan SDM untu keperluan wisata alam tersebut,” ujar Enggar saat dihubungi Progres.co.id, Sabtu (11/1/2025)
Menurut Enggar, laboratorium Prodi PW Polinela tidak hanya digunakan untuk pembelajaran teori, tetapi juga untuk mengasah keterampilan praktis mahasiswa.
“Laboratorium kami memfasilitasi mahasiswa agar memiliki keterampilan khusus di bidang perjalanan wisata. Kami juga memiliki peralatan untuk kegiatan praktik lapangan guiding, seperti trekking pole hingga helm keselamatan,” Enggar menerangkan.
“Dengan kelengkapan tersebut, mahasiswa kami bisa langsung merasakan pengalaman nyata di lapangan,” tambahnya.
Polinela mempersiapkan lulusannya dengan berbagai keterampilan, seperti kepemanduan wisata, pengelolaan acara (event management), tour leading, serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lapangan (K3L).
“Dengan keterampilan ini, mahasiswa kami mampu menangani situasi di lapangan, baik itu di gunung, laut, atau bahkan di dalam bus, sesuai perannya sebagai tour leader, pemandu, atau seagai staf biro perjalanan,” jelasnya.
Polinela juga menjalin kerja sama strategis dengan berbagai pihak untuk mendukung pengembangan SDM pariwisata dan jaringan kerja mahasiswa.
“Kami telah bekerja sama dengan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Association of Hospitality Leaders Indonesia, Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, serta beberapa biro perjalanan di Lampung, Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya,” ungkap Enggar.
Ia menambahkan bahwa pengembangan SDM di Polinela memiliki fokus yang berbeda dibandingkan institusi lain.
“Jika Universitas Lampung (Unila) lebih kuat di aspek budaya, Institut Teknologi Sumatera (Itera) unggul di perencanaan pariwisata, dan Universitas Darmajaya di pengembangan bisnis pariwisata. Maka Polinela fokus pada keterampilan praktis yang langsung bisa diterapkan di lapangan,” tuturnya.
“Dengan dukungan SDM berkualitas, sektor pariwisata Lampung diharapkan semakin berkembang, terutama dalam menjawab tantangan wisata alam petualangan yang kian diminati wisatawan,” tutup Enggar.


