Universitas Teknokrat Indonesia Tawarkan Inovasi Pengolahan Kotoran Ternak Menjadi Kompos

0 Comments

Universitas Teknokrat Indonesia Tawarkan Inovasi Pengolahan Kotoran Ternak Menjadi Kompos

0 Comments

Di saat Presiden Prabowo Subianto tengah gencar mendorong sektor pertanian secara luas, peningkatan produktivitas peternakan menjadi salah variabelnya. Namun bagaimana menyinergikan pengembangan pertanian dan peternakan menjadi satu tarikan napas? Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) berupaya memberi solusi.

Bandarlampung (Progres.co.id): KONTRIBUSI itu datang dari inovasi yang ditawarkan tim dosen dan mahasiswa UTI. Mereka menyodorkan cara mengelola kotoran ternak menjadi pupuk kompos secara efisien dan modern.

Formulasi tersebut berupa Digital Smart Composter, sebuah teknologi berbasis Internet of Things (IoT). Tak sekadar berteori, tim telah menerapkannya di CV Sapi Makmur, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan.

“Kita merancang sebuah aplikasi,” terang Wakil Rektor UTI, Mahathir Muhammad, seperti dikutip melalui keterangan tertulis, Kamis (21/11/2024).

Dengan aplikasi itu, imbuh Mahathir, diharapkan dapat membantu peternak sapi agar dapat memanfaatkan kotoran dari peternakannya menjadi pupuk kompos.

“Peternak akan dapat mengelola kotoran ternak secara efisien dan modern. Tahapan pembuatan kompos bisa dipantau. Mulai dari memonitoring suhu dan tingkat kesiapan pupuk,” urai Mahathir, seraya mengatakan, proses itu dapat dilakukan kapan dan di mana saja, selama terhubung dengan internet.

Ditambahkannya, kegiatan inovatif ini merupakan bagian dari program hibah PKM skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang didanai Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Vokasi Kemendikbudristek tahun anggaran 2024.(*)

Further reading